<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel>
		<title><![CDATA[Himpala.com - All Forums]]></title>
		<link>http://himpala.com/forums/</link>
		<description><![CDATA[Himpala.com - http://himpala.com/forums]]></description>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 02:12:01 +0000</pubDate>
		<generator>MyBB</generator>
		<item>
			<title><![CDATA[Foto Muscablub]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-772.html</link>
			<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 20:15:54 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-772.html</guid>
			<description><![CDATA[ya walaupun foto'e item putih yang penting masuk koran ..hi..hi..(usahamasukkoran.com)  =&gt;liat yg di lingkari warna biru<br />
<br />
<br />
[img]<img src="http://i41.tinypic.com/xpy6mb.jpg" border="0" alt="[Image: xpy6mb.jpg]" />[/img]POSKOTA 2 Feb 2012<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;"><span style="font-style: italic;">MUSCABLUB</span></span> adalah musyawarah cabang luar biasa dalam kepengurusan FPTI (Federasi Panjat Tebing Indobesia) atau sama halnya dengan di HIMPALA Sidang Istimewa.<br />
<br />
Mengapa ada MUSCABLUB ????<br />
 karena di tinjau dari sisi kepengurusan, khususnya pada ketua FPTI pengcab jakbar ( Budi Cahyono ) yang sudah tidak berkinerja dalam kepengurusan dan umumnya tidak ada pengurus di dalam kepengurusan tersebut.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[ya walaupun foto'e item putih yang penting masuk koran ..hi..hi..(usahamasukkoran.com)  =&gt;liat yg di lingkari warna biru<br />
<br />
<br />
[img]<img src="http://i41.tinypic.com/xpy6mb.jpg" border="0" alt="[Image: xpy6mb.jpg]" />[/img]POSKOTA 2 Feb 2012<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;"><span style="font-style: italic;">MUSCABLUB</span></span> adalah musyawarah cabang luar biasa dalam kepengurusan FPTI (Federasi Panjat Tebing Indobesia) atau sama halnya dengan di HIMPALA Sidang Istimewa.<br />
<br />
Mengapa ada MUSCABLUB ????<br />
 karena di tinjau dari sisi kepengurusan, khususnya pada ketua FPTI pengcab jakbar ( Budi Cahyono ) yang sudah tidak berkinerja dalam kepengurusan dan umumnya tidak ada pengurus di dalam kepengurusan tersebut.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Foto selekcab]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-771.html</link>
			<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 19:47:28 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-771.html</guid>
			<description><![CDATA[Nich foto ketika ane lg magang jalur di selekcab atlet jalur...(yang di lingkari warna biru)<br />
ya walaupun ane g jdi atlet, tapi tetep HMP ku kibarkan  ( lebarkan sayapmu nak...)<br />
<br />
<img src="http://i41.tinypic.com/fedocn.jpg" border="0" alt="[Image: fedocn.jpg]" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Nich foto ketika ane lg magang jalur di selekcab atlet jalur...(yang di lingkari warna biru)<br />
ya walaupun ane g jdi atlet, tapi tetep HMP ku kibarkan  ( lebarkan sayapmu nak...)<br />
<br />
<img src="http://i41.tinypic.com/fedocn.jpg" border="0" alt="[Image: fedocn.jpg]" />]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[untuk putriku..]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-768.html</link>
			<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 07:45:32 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-768.html</guid>
			<description><![CDATA[by : unknown<br />
<br />
Wahai Putriku <br />
<br />
Putriku tercinta! Aku seorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun. Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah mengunjungi banyak negeri, dan berjumpa dengan banyak orang.<br />
<br />
Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu dengarlan nasehat-nasehatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalamanku, dimana engkau belum pernah mendengarnya dari orang lain.<br />
<br />
Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul, dan mulut letih, dan kami tidak menghasilkan apa-apa. Kemungkaran tidak dapat kami berantas, bahkan semakin bertambah, kerusakan telah mewabah, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan, betis dan lehernya.<br />
<br />
Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, putriku! Kuncinya berada di tanganmu.<br />
<br />
Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani, dan andaikata bukan lantaran lemah gemulaimu, laki-laki tidak akan bertambah parah. Engkaulah yang membuka pintu, kau katakan kepada si pencuri itu : silakan masuk … ketika ia telah mencuri, engkau berteriak : maling …! Tolong … tolong… saya kemalingan.<br />
<br />
Demi Allah … dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis kecuali gadis itu telah ia telanjangi pakaiannya.<br />
<br />
Demi Allah … begitulah, jangan engkau percaya apa yang dikatakan laki-laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara kepadamu sebagai seorang sahabat.<br />
<br />
Demi Allah … ia telah bohong! Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan ! setelah itu apa yang terjadi? Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan!<br />
<br />
Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, dan engakulah yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis, keningmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap berkubang dalam kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu selamanya.<br />
<br />
Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan menghindarinya. Apabila pengganggumu berbuat lancang lewat perkataan atau tangan yang  usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak laki-laki itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar.<br />
<br />
Cita-cita wanita tertinggi adalah perkawinan. Wanita, bagaimanapun juga status sosial, kekayaan, popularitas, dan prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah menjadi isteri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat.<br />
<br />
Tak ada seorangpun yang mau menikahi pelacur, sekalipun ia lelaki hidung belang, apabila akan menikah tidak akan memilih wanita jalang (nakal), akan tetapi ia akan memilih wanita yang baik karena ia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putera-puterinya adalah seorang wanita amoral.<br />
<br />
Sesungguhnya krisis perkawinan terjadi disebabkan kalian kaum wanita! Krisis perkawinan terjadi disebabkan perbuatan wanita-wanita asusila, sehingga para pemuda tidak membutuhkan isteri, akibatnya banyak para gadis berusia cukup untuk nikah tidak mendapatkan suami. Mengapa wanita-wanita yang baik belum juga sadar? Mengapa kalian tidak berusaha memberantas malapetaka ini? Kalianlah yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum laki-laki  untuk melakukan usaha itu karena kalian telah mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka, dan oleh karena yang menjadi korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita mulia dan beragama.<br />
<br />
Maka hendaklah kalian mengajak mereka agar bertakwa kepada Allah, bila mereka tidak mau bertaqwa, peringatkanlah mereka akan akibat yang buruk dari perzinaan seperti terjangkitnya suatu penyakit. Bila mereka masih membangkang maka beritahukan akan kenyataan yang ada, katakan kepada mereka : kalian adalah gadis-gadis remaja putri yang cantik, oleh karena itu banyak pemuda mendatangi kalian dan berebut di sekitar kalian, akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal? Semua makhluk di dunia ini tidak ada yang kekal. Bagaimana kelanjutannya, bila kalian sudah menjadi nenek dengan punggung bungkuk dan wajah keriput? Saat itu, siapakah yang akan memperhatikan? Siapa yang akan simpati?<br />
<br />
Tahukah kalian, siapakah yang memperhatikan, menghormati dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan para cucunya, saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu ditengah rakyatnya. Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota, tetapi bagaimana dengan nenek yang lain, yang masih belum bersuami itu?    Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderitaan di atas? Apakah akibat itu akan kita tukar dengan kelezatan sementara?<br />
<br />
Dan berilah nasehat-nasehat yang serupa, saya yakin kalian tidak perlu petunjuk orang lain serta tidak kehabisan cara untuk menasehati saudari-saudari yang sesat dan patut di dikasihani. Bila kalian tidak dapat mengatasi mereka, berusahalah untuk menjaga wanita-wanita baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh, agar mereka tidak menempuh jalan yang salah.<br />
<br />
Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis mengembalikan wanita kini menjadi kepribadian muslimah yang benar, akan tetapi kembalilah ke jalan yang benar setapak demi setapak sebagaimana kalian menerima kerusakan sedikit demi sedikit.<br />
<br />
Perbaikan tersebut tidak dapat diatasi hanya dalam waktu sehari atau dalam waktu singkat, malainkan dengan kembali ke jalan yang benar dari jalan yang semula kita lewati menuju kejelekan walaupun jalan itu sekarang telah jauh, tidak menjadi soal, orang yang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya ini, tidak akan pernah sampai. Kita mulai dengan memberantas pergaulan bebas, (kalaupun) seorang wanita membuka wajahnya tidak berarti ia boleh bergaul dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Istri tanpa tutup  wajah bukan berarti ia boleh menyambut kawan suami dirumahnya, atau menyalaminya bila bertemu di kereta, bertemu di jalan, atau seorang gadis menjabat tangan kawan pria di sekolah, berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian, dia lupa bahwa Allah menjadikannya sebagai wanita dan kawannya sebagai pria, satu dengan lain dapat saling terangsang. Baik wanita, pria, atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan seks dari dalam jiwa mereka.<br />
<br />
Mereka yang menggembor-gemborkan emansipasi dan pergaulan bebas atas kemajuan adalah pembohong dilihat dari dua sebab :<br />
<br />
Pertama : karena itu semua mereka lakukan untuk kepuasan pada diri mereka, memberikan kenikmatan-kenikmatan melihat angota badan yang terbuka dan kenikmatan-kenikmatan lain yang mereka bayangkan. Akan tetapi mereka tidak berani berterus terang, oleh karena itu mereka bertopeng dengan kalimat yang mengagumkan yang sama sekali tidak ada artinya, kemajuan, modernisasi, kehidupan kampus, dan ungkapan-ungkapan yang lain yang kosong tanpa makna bagaikan gendang.<br />
<br />
Kedua : mereka bohong oleh karena mereka bermakmum pada Eropa, menjadikan eropa bagaikan kiblat, dan mereka tidak dapat memahami kebenaran kecuali apa-apa yang datang dari sana, dari Paris, London, Berlin dan New york. Sekalipun berupa dansa, porno, pergaulan bebas di sekolah, buka aurat di lapangan dan telanjang di pantai (atau di kolam renang). Kebatilan menurut mereka adalah segala sesuatu yang datangnya dari timur, sekolah-sekolah Islam dan masjid-masjid, walapun berupa kehormatan, kemuliaan,, kesucian dan petunjuk. Kata mereka, pergaulan bebas itu dapat mengurangi nafsu birahi, mendidik watak dan dapat menekan libido seksual, untuk menjawab ini saya limpahkan pada mereka yang telah mencoba pergaulan bebas di sekolah-sekolah, seperti Rusia yang tidak beragama, tidak pernah mendengar para ulama dan pendeta. Bukankah mereka telah meninggalkan percobaan ini setelah melihat bahwa hal ini amat merusak?<br />
<br />
Saya tidak berbicara dengan para pemuda, saya tidak ingin mereka mendengar, saya tahu, mungkin mereka menyanggah dan mencemoohkan saya karena saya telah menghalangi mereka untuk memperoleh kenikmatan dan kelezatan, akan tetapi saya berbicara kepada kalian, putri-putriku, wahai putriku yang beriman dan beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara ketahuilah bahwa yang menjadi korban semua ini bukan orang lain kecuali engkau.<br />
<br />
Oleh karena itu jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis, jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan yang alasannya, hak asasi, modernisme, emansipasi dan kehidupan kampus. Sungguh kebanyakan orang yang terkutuk ini tidak beristri dan tidak memiliki anak, mereka sama sekali tidak peduli dengan kalian selain  untuk pemuas kelezatan sementara. Sedangkan saya adalah seorang ayah dari empat gadis. Bila saya membela kalian, berarti saya membela putri-putriku sendiri. Saya ingin kalian bahagia seperti yang saya inginkan untuk putri-putriku.<br />
<br />
Sesungguhnya tidak ada yang mereka inginkan salain memperkosa kehormatan wanita, kemuliaan yang tercela tidak akan bisa kembali, begitu juga martabat yang hilang tidak akan dapat diketemukan kembali.<br />
<br />
Bila anak putri jatuh, tak seorangpun di antara mereka mau menyingsingkan lengan untuk membangunkannya dari lembah kehinaan, yang engkau dapati mereka hanya memperebutkan kecantikan si gadis, apabila telah berubah dan hilang, mereka pun lalu pergi menelantarkan, persisnya seperti anjing meninggalkan bangkai yang tidak tersisa daging sedikitpun.<br />
<br />
Inilah nasehatku padamu, putriku. Inilah kebenaran. Selain ini jangan percaya. Sadarlah bahwa di tanganmulah, bukan di tangan kami kaum laki-laki, kunci pintu perbaikan. Bila mau perbaikilah diri kalian, dengan demikian umat pun kan menjadi baik.<br />
.......]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[by : unknown<br />
<br />
Wahai Putriku <br />
<br />
Putriku tercinta! Aku seorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun. Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah mengunjungi banyak negeri, dan berjumpa dengan banyak orang.<br />
<br />
Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu dengarlan nasehat-nasehatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalamanku, dimana engkau belum pernah mendengarnya dari orang lain.<br />
<br />
Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul, dan mulut letih, dan kami tidak menghasilkan apa-apa. Kemungkaran tidak dapat kami berantas, bahkan semakin bertambah, kerusakan telah mewabah, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan, betis dan lehernya.<br />
<br />
Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, putriku! Kuncinya berada di tanganmu.<br />
<br />
Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani, dan andaikata bukan lantaran lemah gemulaimu, laki-laki tidak akan bertambah parah. Engkaulah yang membuka pintu, kau katakan kepada si pencuri itu : silakan masuk … ketika ia telah mencuri, engkau berteriak : maling …! Tolong … tolong… saya kemalingan.<br />
<br />
Demi Allah … dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis kecuali gadis itu telah ia telanjangi pakaiannya.<br />
<br />
Demi Allah … begitulah, jangan engkau percaya apa yang dikatakan laki-laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara kepadamu sebagai seorang sahabat.<br />
<br />
Demi Allah … ia telah bohong! Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan ! setelah itu apa yang terjadi? Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan!<br />
<br />
Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, dan engakulah yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis, keningmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap berkubang dalam kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu selamanya.<br />
<br />
Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan menghindarinya. Apabila pengganggumu berbuat lancang lewat perkataan atau tangan yang  usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak laki-laki itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar.<br />
<br />
Cita-cita wanita tertinggi adalah perkawinan. Wanita, bagaimanapun juga status sosial, kekayaan, popularitas, dan prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah menjadi isteri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat.<br />
<br />
Tak ada seorangpun yang mau menikahi pelacur, sekalipun ia lelaki hidung belang, apabila akan menikah tidak akan memilih wanita jalang (nakal), akan tetapi ia akan memilih wanita yang baik karena ia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putera-puterinya adalah seorang wanita amoral.<br />
<br />
Sesungguhnya krisis perkawinan terjadi disebabkan kalian kaum wanita! Krisis perkawinan terjadi disebabkan perbuatan wanita-wanita asusila, sehingga para pemuda tidak membutuhkan isteri, akibatnya banyak para gadis berusia cukup untuk nikah tidak mendapatkan suami. Mengapa wanita-wanita yang baik belum juga sadar? Mengapa kalian tidak berusaha memberantas malapetaka ini? Kalianlah yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum laki-laki  untuk melakukan usaha itu karena kalian telah mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka, dan oleh karena yang menjadi korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita mulia dan beragama.<br />
<br />
Maka hendaklah kalian mengajak mereka agar bertakwa kepada Allah, bila mereka tidak mau bertaqwa, peringatkanlah mereka akan akibat yang buruk dari perzinaan seperti terjangkitnya suatu penyakit. Bila mereka masih membangkang maka beritahukan akan kenyataan yang ada, katakan kepada mereka : kalian adalah gadis-gadis remaja putri yang cantik, oleh karena itu banyak pemuda mendatangi kalian dan berebut di sekitar kalian, akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal? Semua makhluk di dunia ini tidak ada yang kekal. Bagaimana kelanjutannya, bila kalian sudah menjadi nenek dengan punggung bungkuk dan wajah keriput? Saat itu, siapakah yang akan memperhatikan? Siapa yang akan simpati?<br />
<br />
Tahukah kalian, siapakah yang memperhatikan, menghormati dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan para cucunya, saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu ditengah rakyatnya. Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota, tetapi bagaimana dengan nenek yang lain, yang masih belum bersuami itu?    Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderitaan di atas? Apakah akibat itu akan kita tukar dengan kelezatan sementara?<br />
<br />
Dan berilah nasehat-nasehat yang serupa, saya yakin kalian tidak perlu petunjuk orang lain serta tidak kehabisan cara untuk menasehati saudari-saudari yang sesat dan patut di dikasihani. Bila kalian tidak dapat mengatasi mereka, berusahalah untuk menjaga wanita-wanita baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh, agar mereka tidak menempuh jalan yang salah.<br />
<br />
Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis mengembalikan wanita kini menjadi kepribadian muslimah yang benar, akan tetapi kembalilah ke jalan yang benar setapak demi setapak sebagaimana kalian menerima kerusakan sedikit demi sedikit.<br />
<br />
Perbaikan tersebut tidak dapat diatasi hanya dalam waktu sehari atau dalam waktu singkat, malainkan dengan kembali ke jalan yang benar dari jalan yang semula kita lewati menuju kejelekan walaupun jalan itu sekarang telah jauh, tidak menjadi soal, orang yang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya ini, tidak akan pernah sampai. Kita mulai dengan memberantas pergaulan bebas, (kalaupun) seorang wanita membuka wajahnya tidak berarti ia boleh bergaul dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Istri tanpa tutup  wajah bukan berarti ia boleh menyambut kawan suami dirumahnya, atau menyalaminya bila bertemu di kereta, bertemu di jalan, atau seorang gadis menjabat tangan kawan pria di sekolah, berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian, dia lupa bahwa Allah menjadikannya sebagai wanita dan kawannya sebagai pria, satu dengan lain dapat saling terangsang. Baik wanita, pria, atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan seks dari dalam jiwa mereka.<br />
<br />
Mereka yang menggembor-gemborkan emansipasi dan pergaulan bebas atas kemajuan adalah pembohong dilihat dari dua sebab :<br />
<br />
Pertama : karena itu semua mereka lakukan untuk kepuasan pada diri mereka, memberikan kenikmatan-kenikmatan melihat angota badan yang terbuka dan kenikmatan-kenikmatan lain yang mereka bayangkan. Akan tetapi mereka tidak berani berterus terang, oleh karena itu mereka bertopeng dengan kalimat yang mengagumkan yang sama sekali tidak ada artinya, kemajuan, modernisasi, kehidupan kampus, dan ungkapan-ungkapan yang lain yang kosong tanpa makna bagaikan gendang.<br />
<br />
Kedua : mereka bohong oleh karena mereka bermakmum pada Eropa, menjadikan eropa bagaikan kiblat, dan mereka tidak dapat memahami kebenaran kecuali apa-apa yang datang dari sana, dari Paris, London, Berlin dan New york. Sekalipun berupa dansa, porno, pergaulan bebas di sekolah, buka aurat di lapangan dan telanjang di pantai (atau di kolam renang). Kebatilan menurut mereka adalah segala sesuatu yang datangnya dari timur, sekolah-sekolah Islam dan masjid-masjid, walapun berupa kehormatan, kemuliaan,, kesucian dan petunjuk. Kata mereka, pergaulan bebas itu dapat mengurangi nafsu birahi, mendidik watak dan dapat menekan libido seksual, untuk menjawab ini saya limpahkan pada mereka yang telah mencoba pergaulan bebas di sekolah-sekolah, seperti Rusia yang tidak beragama, tidak pernah mendengar para ulama dan pendeta. Bukankah mereka telah meninggalkan percobaan ini setelah melihat bahwa hal ini amat merusak?<br />
<br />
Saya tidak berbicara dengan para pemuda, saya tidak ingin mereka mendengar, saya tahu, mungkin mereka menyanggah dan mencemoohkan saya karena saya telah menghalangi mereka untuk memperoleh kenikmatan dan kelezatan, akan tetapi saya berbicara kepada kalian, putri-putriku, wahai putriku yang beriman dan beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara ketahuilah bahwa yang menjadi korban semua ini bukan orang lain kecuali engkau.<br />
<br />
Oleh karena itu jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis, jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan yang alasannya, hak asasi, modernisme, emansipasi dan kehidupan kampus. Sungguh kebanyakan orang yang terkutuk ini tidak beristri dan tidak memiliki anak, mereka sama sekali tidak peduli dengan kalian selain  untuk pemuas kelezatan sementara. Sedangkan saya adalah seorang ayah dari empat gadis. Bila saya membela kalian, berarti saya membela putri-putriku sendiri. Saya ingin kalian bahagia seperti yang saya inginkan untuk putri-putriku.<br />
<br />
Sesungguhnya tidak ada yang mereka inginkan salain memperkosa kehormatan wanita, kemuliaan yang tercela tidak akan bisa kembali, begitu juga martabat yang hilang tidak akan dapat diketemukan kembali.<br />
<br />
Bila anak putri jatuh, tak seorangpun di antara mereka mau menyingsingkan lengan untuk membangunkannya dari lembah kehinaan, yang engkau dapati mereka hanya memperebutkan kecantikan si gadis, apabila telah berubah dan hilang, mereka pun lalu pergi menelantarkan, persisnya seperti anjing meninggalkan bangkai yang tidak tersisa daging sedikitpun.<br />
<br />
Inilah nasehatku padamu, putriku. Inilah kebenaran. Selain ini jangan percaya. Sadarlah bahwa di tanganmulah, bukan di tangan kami kaum laki-laki, kunci pintu perbaikan. Bila mau perbaikilah diri kalian, dengan demikian umat pun kan menjadi baik.<br />
.......]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Sepatu Lafuma]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-767.html</link>
			<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 18:29:42 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-767.html</guid>
			<description><![CDATA[<span style="color: #0000CD;"><span style="font-size: medium;"><div style="text-align: center;"><span style="font-weight: bold;">ane mau coba jual sepatu lafuma <br />
size 41-42-43 gan<br />
barang baru sisaan pabrik untuk eksport ke korea, lengkap dus,tag<br />
<br />
lumayan buat sehari hari, jogging, running, kuliah, gawe<br />
liat aja nih gan</span></div></span></span><br />
<br />
<br />
<tag><div style="margin:20px; margin-top:2px">
<div class="smallfont" style="margin-bottom:1px"><b>lafuma</b> <input type="button" value="Liat dunk" style="width:60px;font-size:12px;margin:5px;padding:1px;" onClick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup ah'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Liat dunk'; }"><br />
</div>
<div class="alt2" style="margin: 0px; padding: 3px; border: 1px inset;">
<div style="display: none; background-color: #ddd">
<br />
[CENTER]<img src="http://img42.imageshack.us/img42/6005/brt0506.jpg" border="0" alt="[Image: brt0506.jpg]" />[/CENTER]<br />
<br />
</div>
</div>
</div>
</tag><br />
<br />
<tag><div style="margin:20px; margin-top:2px">
<div class="smallfont" style="margin-bottom:1px"><b>tampak samping</b> <input type="button" value="Liat dunk" style="width:60px;font-size:12px;margin:5px;padding:1px;" onClick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup ah'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Liat dunk'; }"><br />
</div>
<div class="alt2" style="margin: 0px; padding: 3px; border: 1px inset;">
<div style="display: none; background-color: #ddd">
<br />
[CENTER]<img src="http://img24.imageshack.us/img24/8498/brt0508.jpg" border="0" alt="[Image: brt0508.jpg]" />[/CENTER]<br />
</div>
</div>
</div>
</tag><br />
<br />
<tag><div style="margin:20px; margin-top:2px">
<div class="smallfont" style="margin-bottom:1px"><b>tampak belakang</b> <input type="button" value="Liat dunk" style="width:60px;font-size:12px;margin:5px;padding:1px;" onClick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup ah'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Liat dunk'; }"><br />
</div>
<div class="alt2" style="margin: 0px; padding: 3px; border: 1px inset;">
<div style="display: none; background-color: #ddd">
<br />
[CENTER]<img src="http://img571.imageshack.us/img571/5058/brt0507.jpg" border="0" alt="[Image: brt0507.jpg]" />[/CENTER]<br />
</div>
</div>
</div>
</tag><br />
<br />
<tag><div style="margin:20px; margin-top:2px">
<div class="smallfont" style="margin-bottom:1px"><b>tampak bawah</b> <input type="button" value="Liat dunk" style="width:60px;font-size:12px;margin:5px;padding:1px;" onClick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup ah'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Liat dunk'; }"><br />
</div>
<div class="alt2" style="margin: 0px; padding: 3px; border: 1px inset;">
<div style="display: none; background-color: #ddd">
<br />
[CENTER]<img src="http://img571.imageshack.us/img571/2692/brt0505.jpg" border="0" alt="[Image: brt0505.jpg]" />[/CENTER]<br />
</div>
</div>
</div>
</tag><br />
<br />
<tag><div style="margin:20px; margin-top:2px">
<div class="smallfont" style="margin-bottom:1px"><b>tampak dalam</b> <input type="button" value="Liat dunk" style="width:60px;font-size:12px;margin:5px;padding:1px;" onClick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup ah'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Liat dunk'; }"><br />
</div>
<div class="alt2" style="margin: 0px; padding: 3px; border: 1px inset;">
<div style="display: none; background-color: #ddd">
<br />
[CENTER]<img src="http://img718.imageshack.us/img718/6627/brt0504.jpg" border="0" alt="[Image: brt0504.jpg]" />[/CENTER]<br />
</div>
</div>
</div>
</tag><br />
<br />
<tag><div style="margin:20px; margin-top:2px">
<div class="smallfont" style="margin-bottom:1px"><b>Harga</b> <input type="button" value="Liat dunk" style="width:60px;font-size:12px;margin:5px;padding:1px;" onClick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup ah'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Liat dunk'; }"><br />
</div>
<div class="alt2" style="margin: 0px; padding: 3px; border: 1px inset;">
<div style="display: none; background-color: #ddd">
 250 rebu<br />
Nego Alus dah , belum termasuk ongkir<br />
</div>
</div>
</div>
</tag><br />
<br />
<span style="font-size: large;"><span style="font-weight: bold;"><div style="text-align: left;">pengiriman menggunakan JNE<br />
Fast Respon Hub 085693633253<br />
</div></span></span><br />
check link <a href="http://www.gsshop.com/prd/prd.gs?prdid=5477436" target="_blank">http://www.gsshop.com/prd/prd.gs?prdid=5477436</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="color: #0000CD;"><span style="font-size: medium;"><div style="text-align: center;"><span style="font-weight: bold;">ane mau coba jual sepatu lafuma <br />
size 41-42-43 gan<br />
barang baru sisaan pabrik untuk eksport ke korea, lengkap dus,tag<br />
<br />
lumayan buat sehari hari, jogging, running, kuliah, gawe<br />
liat aja nih gan</span></div></span></span><br />
<br />
<br />
<tag><div style="margin:20px; margin-top:2px">
<div class="smallfont" style="margin-bottom:1px"><b>lafuma</b> <input type="button" value="Liat dunk" style="width:60px;font-size:12px;margin:5px;padding:1px;" onClick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup ah'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Liat dunk'; }"><br />
</div>
<div class="alt2" style="margin: 0px; padding: 3px; border: 1px inset;">
<div style="display: none; background-color: #ddd">
<br />
[CENTER]<img src="http://img42.imageshack.us/img42/6005/brt0506.jpg" border="0" alt="[Image: brt0506.jpg]" />[/CENTER]<br />
<br />
</div>
</div>
</div>
</tag><br />
<br />
<tag><div style="margin:20px; margin-top:2px">
<div class="smallfont" style="margin-bottom:1px"><b>tampak samping</b> <input type="button" value="Liat dunk" style="width:60px;font-size:12px;margin:5px;padding:1px;" onClick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup ah'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Liat dunk'; }"><br />
</div>
<div class="alt2" style="margin: 0px; padding: 3px; border: 1px inset;">
<div style="display: none; background-color: #ddd">
<br />
[CENTER]<img src="http://img24.imageshack.us/img24/8498/brt0508.jpg" border="0" alt="[Image: brt0508.jpg]" />[/CENTER]<br />
</div>
</div>
</div>
</tag><br />
<br />
<tag><div style="margin:20px; margin-top:2px">
<div class="smallfont" style="margin-bottom:1px"><b>tampak belakang</b> <input type="button" value="Liat dunk" style="width:60px;font-size:12px;margin:5px;padding:1px;" onClick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup ah'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Liat dunk'; }"><br />
</div>
<div class="alt2" style="margin: 0px; padding: 3px; border: 1px inset;">
<div style="display: none; background-color: #ddd">
<br />
[CENTER]<img src="http://img571.imageshack.us/img571/5058/brt0507.jpg" border="0" alt="[Image: brt0507.jpg]" />[/CENTER]<br />
</div>
</div>
</div>
</tag><br />
<br />
<tag><div style="margin:20px; margin-top:2px">
<div class="smallfont" style="margin-bottom:1px"><b>tampak bawah</b> <input type="button" value="Liat dunk" style="width:60px;font-size:12px;margin:5px;padding:1px;" onClick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup ah'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Liat dunk'; }"><br />
</div>
<div class="alt2" style="margin: 0px; padding: 3px; border: 1px inset;">
<div style="display: none; background-color: #ddd">
<br />
[CENTER]<img src="http://img571.imageshack.us/img571/2692/brt0505.jpg" border="0" alt="[Image: brt0505.jpg]" />[/CENTER]<br />
</div>
</div>
</div>
</tag><br />
<br />
<tag><div style="margin:20px; margin-top:2px">
<div class="smallfont" style="margin-bottom:1px"><b>tampak dalam</b> <input type="button" value="Liat dunk" style="width:60px;font-size:12px;margin:5px;padding:1px;" onClick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup ah'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Liat dunk'; }"><br />
</div>
<div class="alt2" style="margin: 0px; padding: 3px; border: 1px inset;">
<div style="display: none; background-color: #ddd">
<br />
[CENTER]<img src="http://img718.imageshack.us/img718/6627/brt0504.jpg" border="0" alt="[Image: brt0504.jpg]" />[/CENTER]<br />
</div>
</div>
</div>
</tag><br />
<br />
<tag><div style="margin:20px; margin-top:2px">
<div class="smallfont" style="margin-bottom:1px"><b>Harga</b> <input type="button" value="Liat dunk" style="width:60px;font-size:12px;margin:5px;padding:1px;" onClick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup ah'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Liat dunk'; }"><br />
</div>
<div class="alt2" style="margin: 0px; padding: 3px; border: 1px inset;">
<div style="display: none; background-color: #ddd">
 250 rebu<br />
Nego Alus dah , belum termasuk ongkir<br />
</div>
</div>
</div>
</tag><br />
<br />
<span style="font-size: large;"><span style="font-weight: bold;"><div style="text-align: left;">pengiriman menggunakan JNE<br />
Fast Respon Hub 085693633253<br />
</div></span></span><br />
check link <a href="http://www.gsshop.com/prd/prd.gs?prdid=5477436" target="_blank">http://www.gsshop.com/prd/prd.gs?prdid=5477436</a>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Sepatu Karrimor Skido boots]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-766.html</link>
			<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 17:30:15 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-766.html</guid>
			<description><![CDATA[[CENTER]<img src="http://rumahtanahbali.com/themes/public/default/images/sold_out.png" border="0" alt="[Image: sold_out.png]" />[/CENTER]<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Permisi agan agan saya mau tawarkan barang neh mungkin minat</span><br />
<br />
<br />
<span style="text-decoration: underline;"><span style="font-weight: bold;">[CENTER]penampakannya[/CENTER]</span></span><br />
[CENTER]<a href="http://imageshack.us/photo/my-images/94/karrimorskido.jpg/" target="_blank"><img src="http://img94.imageshack.us/img94/6146/karrimorskido.th.jpg" border="0" alt="[Image: karrimorskido.th.jpg]" /></a><br />
<br />
<a href="http://imageshack.us/photo/my-images/577/skido.jpg/" target="_blank"><img src="http://img577.imageshack.us/img577/2241/skido.th.jpg" border="0" alt="[Image: skido.th.jpg]" /></a><br />
<br />
[COLOR="Blue"][SIZE="5"]Jual Cepet aja nich om, ngabisin stock tinggal satu :<br />
<br />
- Karrimor Skido Boots <br />
- warna hitam<br />
- Ukuran 42 lengkap dus dan tag, <br />
- plus hadiah cantiq sebuah peluit kompas mini<br />
- Harga ????<br />
[/SIZE]<br />
[SIZE="4"]harga belum termasuk ongkir, pengiriman melalui JNE<br />
<br />
minat Hub sms/tlp : 085693633253[/SIZE][/COLOR]<br />
[/CENTER]<br />
<br />
makasih om momod]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[[CENTER]<img src="http://rumahtanahbali.com/themes/public/default/images/sold_out.png" border="0" alt="[Image: sold_out.png]" />[/CENTER]<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Permisi agan agan saya mau tawarkan barang neh mungkin minat</span><br />
<br />
<br />
<span style="text-decoration: underline;"><span style="font-weight: bold;">[CENTER]penampakannya[/CENTER]</span></span><br />
[CENTER]<a href="http://imageshack.us/photo/my-images/94/karrimorskido.jpg/" target="_blank"><img src="http://img94.imageshack.us/img94/6146/karrimorskido.th.jpg" border="0" alt="[Image: karrimorskido.th.jpg]" /></a><br />
<br />
<a href="http://imageshack.us/photo/my-images/577/skido.jpg/" target="_blank"><img src="http://img577.imageshack.us/img577/2241/skido.th.jpg" border="0" alt="[Image: skido.th.jpg]" /></a><br />
<br />
[COLOR="Blue"][SIZE="5"]Jual Cepet aja nich om, ngabisin stock tinggal satu :<br />
<br />
- Karrimor Skido Boots <br />
- warna hitam<br />
- Ukuran 42 lengkap dus dan tag, <br />
- plus hadiah cantiq sebuah peluit kompas mini<br />
- Harga ????<br />
[/SIZE]<br />
[SIZE="4"]harga belum termasuk ongkir, pengiriman melalui JNE<br />
<br />
minat Hub sms/tlp : 085693633253[/SIZE][/COLOR]<br />
[/CENTER]<br />
<br />
makasih om momod]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Curug Malela]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-761.html</link>
			<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 03:17:36 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-761.html</guid>
			<description><![CDATA[berangkat nyok akh.....CURUG MALELA (kata orang seh little Niagara <img src="images/smilies/big grin.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="Big grin" title="Big grin" />)<br />
Boeroet.....jadwalkan ya.....<img src="images/smilies/thumbup.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="Thumbup" title="Thumbup" /><br />
<br />
<tag><div style="margin:20px; margin-top:2px">
<div class="smallfont" style="margin-bottom:1px"><b>di intip broer</b> <input type="button" value="Liat dunk" style="width:60px;font-size:12px;margin:5px;padding:1px;" onClick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup ah'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Liat dunk'; }"><br />
</div>
<div class="alt2" style="margin: 0px; padding: 3px; border: 1px inset;">
<div style="display: none; background-color: #ddd">
<br />
<img src="http://i365.photobucket.com/albums/oo99/boesoek/Malela.jpg" border="0" alt="[Image: Malela.jpg]" /><br />
<br />
</div>
</div>
</div>
</tag>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[berangkat nyok akh.....CURUG MALELA (kata orang seh little Niagara <img src="images/smilies/big grin.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="Big grin" title="Big grin" />)<br />
Boeroet.....jadwalkan ya.....<img src="images/smilies/thumbup.gif" style="vertical-align: middle;" border="0" alt="Thumbup" title="Thumbup" /><br />
<br />
<tag><div style="margin:20px; margin-top:2px">
<div class="smallfont" style="margin-bottom:1px"><b>di intip broer</b> <input type="button" value="Liat dunk" style="width:60px;font-size:12px;margin:5px;padding:1px;" onClick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup ah'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Liat dunk'; }"><br />
</div>
<div class="alt2" style="margin: 0px; padding: 3px; border: 1px inset;">
<div style="display: none; background-color: #ddd">
<br />
<img src="http://i365.photobucket.com/albums/oo99/boesoek/Malela.jpg" border="0" alt="[Image: Malela.jpg]" /><br />
<br />
</div>
</div>
</div>
</tag>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Lowongan Magang di Taman Nasional Alas Purwo]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-755.html</link>
			<pubDate>Wed, 07 Sep 2011 01:55:35 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-755.html</guid>
			<description><![CDATA[Assalamualikum Wr Wb...<br />
<br />
Dalam rangka meningkatkan upaya pengelolaan Taman nasional berbasis Resort, Balai Taman Nasional Alas Purwo (BTNAP) membuka kesempatan kepada mahasiswa/ yang udah lulus  sebanyak 10 orang untuk melakukan Magang di Taman Nasional Alas Purwo. Diharapkan bagi teman-teman yang duduk di tingkat akhir/ yang belum ada kerjaan bisa ikut berpartisipasi. Magang ini rencananya akan dilakukan selama dua bulan.<br />
Fasilitas yang disediakan bagi peserta magang antara lain:<br />
1. Uang Makan : Rp 20.000,-/ hari<br />
2. Upah Kerja : Rp 50.000,-/hari<br />
3. Uang Transportasi : Rp 250.000,-/bulan<br />
4. Perlengkapan untuk menunjang kegiatan magang<br />
Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan insyaallah pada akhir September. <br />
Bagi yang berminat silahkan mengirimkan CV yang lengkap, beserta dengan keahlian yang dimiliki dan dikirimkan ke setyabudi.tnap@ymail.com dan yanuar_mf@yahoo.com selambat-lambatnya pada tanggal 9 September 2011. Untuk informasi dapat menghubungi Farikhin (081326005960).<br />
Terimakasih..<br />
<br />
Waalaikumsalam Wr Wb...<br />
<br />
Source : tetangga sebelah]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Assalamualikum Wr Wb...<br />
<br />
Dalam rangka meningkatkan upaya pengelolaan Taman nasional berbasis Resort, Balai Taman Nasional Alas Purwo (BTNAP) membuka kesempatan kepada mahasiswa/ yang udah lulus  sebanyak 10 orang untuk melakukan Magang di Taman Nasional Alas Purwo. Diharapkan bagi teman-teman yang duduk di tingkat akhir/ yang belum ada kerjaan bisa ikut berpartisipasi. Magang ini rencananya akan dilakukan selama dua bulan.<br />
Fasilitas yang disediakan bagi peserta magang antara lain:<br />
1. Uang Makan : Rp 20.000,-/ hari<br />
2. Upah Kerja : Rp 50.000,-/hari<br />
3. Uang Transportasi : Rp 250.000,-/bulan<br />
4. Perlengkapan untuk menunjang kegiatan magang<br />
Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan insyaallah pada akhir September. <br />
Bagi yang berminat silahkan mengirimkan CV yang lengkap, beserta dengan keahlian yang dimiliki dan dikirimkan ke setyabudi.tnap@ymail.com dan yanuar_mf@yahoo.com selambat-lambatnya pada tanggal 9 September 2011. Untuk informasi dapat menghubungi Farikhin (081326005960).<br />
Terimakasih..<br />
<br />
Waalaikumsalam Wr Wb...<br />
<br />
Source : tetangga sebelah]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Jantung]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-751.html</link>
			<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 01:39:15 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-751.html</guid>
			<description><![CDATA[Agar berumur panjang, jantung merupakan salah satu organ yang wajib dijaga kesehatannya. Salah satu caranya adalah menghindari beberapa kebiasaan buruk yang kerap kali dilakukan. Seperti yang dikutip dari health, berikut 10 kebiasaan yang berpengaruh buruk pada jantung.<br />
<br />
1. Menonton TV<br />
Walau Anda sudah melakukan olahraga teratur, duduk selama berjam-jam dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. "Olahraga tidak bisa mengimbangi berapa banyak waktu yang Anda butuhkan untuk duduk," ujar R. Reynolds HArmony, MD, direktur asosiasi dari Cardiovascular Clinical Research Center New York.<br />
<br />
Mengapa? Hal ini dikarenakan kurangnya gerakan dapat memengaruhi kadar lemak dan gula. Dr Reynolds menyarankan, jika Anda merasa terlalu banyak duduk saat bekerja di kantor atau menonton TV, usahakan untuk berdiri ketika menerima telepon. Itu akan membantu memperlancar aliran darah.<br />
<br />
2. Membiarkan Stres<br />
Apakah Anda sering tidak segera menyelesaikan masalah sehingga membuat stres? Jika ya, waspadalah karena hal ini bisa berpengaruh buruk pada jantung Anda. Menurut Dr Reynolds, membiarkan stres berlarut-larut malah membuatnya semakin berbahaya.<br />
<br />
 "Berbicara mengenai masalah Anda dengan seseorang adalah cara terbaik, " ujar Dr Reynolds.<br />
<br />
3. Mengabaikan Dengkuran<br />
Jika Anda sering mendengkur dan merasakan kantuk di siang hari, Anda mungkin mengalami kondisi yang disebut dengan gangguan mendengkur atau 'sleep apnea'. Gangguan ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko penyakit jantung. 'Sleep apnea' tidak hanya terjadi pada orang yang kelebihan berat badan, seseorang dengan tubuh langsing juga bisa terkena gangguan yang satu ini.<br />
<br />
4. Tidak Suka Bersosialisasi<br />
Orang yang yang memiliki koneksi kuat dengan keluarga, teman dan masyarakat cenderung hidup lebih lama dan sehat. Ini dikarenakan mereka jarang merasa sendiri dan stres. Memiliki teman dan bergabung dalam sebuah komunitas dapat menurunkan kadar stres. Selain itu, memiliki teman baik dapat melindungi diri Anda dari serangan jantung, mencegah infeksi dan menaikkan imunitas tubuh.<br />
<br />
5. Meminum Alkohol<br />
Hal ini bukanlah sesuatu yang baru. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi alkohol walau dalam kadar sedikit tetap saja berpengaruh buruk pada jantung. Apalagi jika Anda terlalu banyak meminumnya. Kelebihan alkohol erat kaitannya dengan tekanan darah tinggi, kadar lemak tinggi dan gagal jantung. Selain itu, kalori yang meningkat juga menjadi ancaman bagi kesehatan jantung.<br />
<br />
6. Terlalu Banyak Makan<br />
Kelebihan berat badan merupakan faktor utama terkena penyakit jantung. Cobalah untuk mengatur pola makan Anda, dan hindari makan terlalu banyak. Dr Reynolds menyarankan untuk mengurangi porsi karbohidrat dengan kalori tinggi, memilih makanan dengan label 'low-fat', dan menghindari minuman bergula.<br />
<br />
7. Memakan Daging Merah<br />
Daging merah mengandung lemak jenuh yang tinggi dan ada juga bukti bahwa daging olahan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung serta kanker. "Mengonsumsi daging beberapa kali dalam sebulan, tidak masalah. Yang salah adalah memakannya tiga kali sehari. Oleh karena itu, batasi asupannya," ujar Judith S. Hochman, MD, direktur Cardiovascular Clinical Research Center di Medical Centre Langone NYU.<br />
<br />
8. Merokok dan Hidup dengan Perokok<br />
"Merokok merupakan bencana terbesar bagi jantung Anda," ujar Dr Hochman. Merokok mengakibatkan pembekuan darah yang bisa memblokir aliran darah ke jantung dan memberikan kontribusi penumpukan plak di arteri. Tidak hanya buruk bagi perokok, orang yang tinggal atau hidup bersama perokok juga ikut merasakan efeknya. Dr Hochman mengatakan, sekitar 46 ribu orang yang tidak merokok namun tinggal dengan perokok, meninggal karena penyakit jantung akibat asap rokok yang dihisapnya.<br />
<br />
9. Tidak Mau Mengonsumsi Buah<br />
"Diet jantung yang paling sehat adalah pola makan nabati," ujar Dr Hochman. Itu berarti Anda harus banyak memakan buah, sayuran, kacang-kacangan, susu rendah lemak, dan menjauhi makanan cepat saji. Penelitian telah menemukan bahwa orang yang makan lebih dari lima porsi sayur dan buah tiap harinya memiliki risiko 20 persen lebih rendah terkena stroke dan penyakit jantung ketimbang orang yang hanya memakan tiga porsi saja.<br />
<br />
10. Banyak Mengonsumsi Garam<br />
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi garam terlalu banyak berakibat buruk pada kesehatan. Salah satu di antaranya, kadar garam berlebih dapat meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi (hipertensi). Oleh karen itu ada baiknya memerhatikan jumlah garam yang masuk. Berdasarkan ukuran rata-rata manusia, orang dewasa membutuhkan paling banyak 4,2 gram dan minimal 1,5 gram per harinya. Sedangkan pemerintah mengimbau agar orang dewasa mengonsumsi 6 gram dan untuk anak-anak, kurang dari 6 gram. Untuk mengurangi konsumsi garam<br />
<br />
Source : Wolipop.com]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Agar berumur panjang, jantung merupakan salah satu organ yang wajib dijaga kesehatannya. Salah satu caranya adalah menghindari beberapa kebiasaan buruk yang kerap kali dilakukan. Seperti yang dikutip dari health, berikut 10 kebiasaan yang berpengaruh buruk pada jantung.<br />
<br />
1. Menonton TV<br />
Walau Anda sudah melakukan olahraga teratur, duduk selama berjam-jam dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. "Olahraga tidak bisa mengimbangi berapa banyak waktu yang Anda butuhkan untuk duduk," ujar R. Reynolds HArmony, MD, direktur asosiasi dari Cardiovascular Clinical Research Center New York.<br />
<br />
Mengapa? Hal ini dikarenakan kurangnya gerakan dapat memengaruhi kadar lemak dan gula. Dr Reynolds menyarankan, jika Anda merasa terlalu banyak duduk saat bekerja di kantor atau menonton TV, usahakan untuk berdiri ketika menerima telepon. Itu akan membantu memperlancar aliran darah.<br />
<br />
2. Membiarkan Stres<br />
Apakah Anda sering tidak segera menyelesaikan masalah sehingga membuat stres? Jika ya, waspadalah karena hal ini bisa berpengaruh buruk pada jantung Anda. Menurut Dr Reynolds, membiarkan stres berlarut-larut malah membuatnya semakin berbahaya.<br />
<br />
 "Berbicara mengenai masalah Anda dengan seseorang adalah cara terbaik, " ujar Dr Reynolds.<br />
<br />
3. Mengabaikan Dengkuran<br />
Jika Anda sering mendengkur dan merasakan kantuk di siang hari, Anda mungkin mengalami kondisi yang disebut dengan gangguan mendengkur atau 'sleep apnea'. Gangguan ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko penyakit jantung. 'Sleep apnea' tidak hanya terjadi pada orang yang kelebihan berat badan, seseorang dengan tubuh langsing juga bisa terkena gangguan yang satu ini.<br />
<br />
4. Tidak Suka Bersosialisasi<br />
Orang yang yang memiliki koneksi kuat dengan keluarga, teman dan masyarakat cenderung hidup lebih lama dan sehat. Ini dikarenakan mereka jarang merasa sendiri dan stres. Memiliki teman dan bergabung dalam sebuah komunitas dapat menurunkan kadar stres. Selain itu, memiliki teman baik dapat melindungi diri Anda dari serangan jantung, mencegah infeksi dan menaikkan imunitas tubuh.<br />
<br />
5. Meminum Alkohol<br />
Hal ini bukanlah sesuatu yang baru. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi alkohol walau dalam kadar sedikit tetap saja berpengaruh buruk pada jantung. Apalagi jika Anda terlalu banyak meminumnya. Kelebihan alkohol erat kaitannya dengan tekanan darah tinggi, kadar lemak tinggi dan gagal jantung. Selain itu, kalori yang meningkat juga menjadi ancaman bagi kesehatan jantung.<br />
<br />
6. Terlalu Banyak Makan<br />
Kelebihan berat badan merupakan faktor utama terkena penyakit jantung. Cobalah untuk mengatur pola makan Anda, dan hindari makan terlalu banyak. Dr Reynolds menyarankan untuk mengurangi porsi karbohidrat dengan kalori tinggi, memilih makanan dengan label 'low-fat', dan menghindari minuman bergula.<br />
<br />
7. Memakan Daging Merah<br />
Daging merah mengandung lemak jenuh yang tinggi dan ada juga bukti bahwa daging olahan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung serta kanker. "Mengonsumsi daging beberapa kali dalam sebulan, tidak masalah. Yang salah adalah memakannya tiga kali sehari. Oleh karena itu, batasi asupannya," ujar Judith S. Hochman, MD, direktur Cardiovascular Clinical Research Center di Medical Centre Langone NYU.<br />
<br />
8. Merokok dan Hidup dengan Perokok<br />
"Merokok merupakan bencana terbesar bagi jantung Anda," ujar Dr Hochman. Merokok mengakibatkan pembekuan darah yang bisa memblokir aliran darah ke jantung dan memberikan kontribusi penumpukan plak di arteri. Tidak hanya buruk bagi perokok, orang yang tinggal atau hidup bersama perokok juga ikut merasakan efeknya. Dr Hochman mengatakan, sekitar 46 ribu orang yang tidak merokok namun tinggal dengan perokok, meninggal karena penyakit jantung akibat asap rokok yang dihisapnya.<br />
<br />
9. Tidak Mau Mengonsumsi Buah<br />
"Diet jantung yang paling sehat adalah pola makan nabati," ujar Dr Hochman. Itu berarti Anda harus banyak memakan buah, sayuran, kacang-kacangan, susu rendah lemak, dan menjauhi makanan cepat saji. Penelitian telah menemukan bahwa orang yang makan lebih dari lima porsi sayur dan buah tiap harinya memiliki risiko 20 persen lebih rendah terkena stroke dan penyakit jantung ketimbang orang yang hanya memakan tiga porsi saja.<br />
<br />
10. Banyak Mengonsumsi Garam<br />
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi garam terlalu banyak berakibat buruk pada kesehatan. Salah satu di antaranya, kadar garam berlebih dapat meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi (hipertensi). Oleh karen itu ada baiknya memerhatikan jumlah garam yang masuk. Berdasarkan ukuran rata-rata manusia, orang dewasa membutuhkan paling banyak 4,2 gram dan minimal 1,5 gram per harinya. Sedangkan pemerintah mengimbau agar orang dewasa mengonsumsi 6 gram dan untuk anak-anak, kurang dari 6 gram. Untuk mengurangi konsumsi garam<br />
<br />
Source : Wolipop.com]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Branding Wall]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-750.html</link>
			<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 02:24:55 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-750.html</guid>
			<description><![CDATA[Setelah melakukan dialog dengan Bpk holiq akhirnya kami mendapatkan berita seperti di bawah ini.....<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;"><span style="color: #FF0000;">Kutipan SMS Bpk Holiq Raus(Pembina HMP UEU) kepada Bpk Fuad(Manager PT UEU)</span></span><br />
<br />
Ass pak fuad yth.<br />
Teman-teman himpala UEU minggu lalu menyampaikan minatnya untuk bekerjasama dengan UEU dalam memasarkan dan mengelola branding fasilitas wall climbing UEU. Saya sudah meneruskan usulan / permohonan ini kepada pak Arief (Rektor) beliau pada prinsipnya setuju dan sangat mendukung, karena sejalan dengan misi UEU untuk menggiatkan kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan alumni seterusnya beliau minta agar menghubungi Bapak agar difasilitasi dan dibahas lebih detil dan lebih teknis. Himpala sudah menunjukan kepada saya draft awal konsep kerjasama, namun menurut saya perlu disempurnakan disana-sini, baik menyangkut bahasa/ redaksional maupun segi prinsip sustansi dan format bisnisnya, saya mohon bantuan pak fuad untuk memfasilitasi gagasan ini dan memberikan saran-saran penting kepada mereka agar rencana ini dapat segera terwujud berbasiskan azas “win-win solution” kalau sekiranya pak fuad berkenan meluangkan waktu saya akan meminta himpala (pengurus, senior dan alumni) untuk menemui bapak dan membahas langsung hal ini. Mohon juga informasi mengenai hasil pembahasan dan kesepakatan yang dicapai agar saya dapat melaporkan kemajuan hal ini kepada pak Rektor terimakasih selamat berpuasa, (holiqraus)...<br />
<br />
Sumber : Bpk Barika ( Asisten Bpk Holiq Raus.....cmiiw )<br />
<br />
Nb :<br />
2WIMC untuk dapat meneruskan hal ini lebih lanjut, n semua dokumen maupun hal hal yang berhubungan dengan ini mohon di lengkapi....ASAP<br />
mungkin ada saran dari rekan-rekan HMP UEU.....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Setelah melakukan dialog dengan Bpk holiq akhirnya kami mendapatkan berita seperti di bawah ini.....<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;"><span style="color: #FF0000;">Kutipan SMS Bpk Holiq Raus(Pembina HMP UEU) kepada Bpk Fuad(Manager PT UEU)</span></span><br />
<br />
Ass pak fuad yth.<br />
Teman-teman himpala UEU minggu lalu menyampaikan minatnya untuk bekerjasama dengan UEU dalam memasarkan dan mengelola branding fasilitas wall climbing UEU. Saya sudah meneruskan usulan / permohonan ini kepada pak Arief (Rektor) beliau pada prinsipnya setuju dan sangat mendukung, karena sejalan dengan misi UEU untuk menggiatkan kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan alumni seterusnya beliau minta agar menghubungi Bapak agar difasilitasi dan dibahas lebih detil dan lebih teknis. Himpala sudah menunjukan kepada saya draft awal konsep kerjasama, namun menurut saya perlu disempurnakan disana-sini, baik menyangkut bahasa/ redaksional maupun segi prinsip sustansi dan format bisnisnya, saya mohon bantuan pak fuad untuk memfasilitasi gagasan ini dan memberikan saran-saran penting kepada mereka agar rencana ini dapat segera terwujud berbasiskan azas “win-win solution” kalau sekiranya pak fuad berkenan meluangkan waktu saya akan meminta himpala (pengurus, senior dan alumni) untuk menemui bapak dan membahas langsung hal ini. Mohon juga informasi mengenai hasil pembahasan dan kesepakatan yang dicapai agar saya dapat melaporkan kemajuan hal ini kepada pak Rektor terimakasih selamat berpuasa, (holiqraus)...<br />
<br />
Sumber : Bpk Barika ( Asisten Bpk Holiq Raus.....cmiiw )<br />
<br />
Nb :<br />
2WIMC untuk dapat meneruskan hal ini lebih lanjut, n semua dokumen maupun hal hal yang berhubungan dengan ini mohon di lengkapi....ASAP<br />
mungkin ada saran dari rekan-rekan HMP UEU.....]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Fustal bareng Himpala]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-749.html</link>
			<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 12:33:52 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-749.html</guid>
			<description><![CDATA[pengumuman :<br />
untuk menambah fisik dan kebugaran jasmani,serta menjalin tali silatuhrahim antar sesama anggota himpala,kami mengadakn latihan futsal yang akan dilaksanakan pada :<br />
hari/tanggal : Jum'at 12 Agustus 2011<br />
tempat : cikokol-karawaci, TANGERANG<br />
waktu : pkl 21:00 - 23:00<br />
<br />
INFO SELENGKAPNYA HUBUNGI:<br />
bang rici(082114233332) <br />
mas andi gondrong (082123220102) <br />
terbuka untuk seluruh anggota forum..ditunggu..... sekian dan terima kasih<br />
<br />
ditunggu kehadiran kalian semua yakk....<br />
nb : - bawa air minum<br />
- bawa uang yg banyak juga..heheheh...<br />
 <br />
untuk peta , klik di sini<br />
<a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.268871146463196.86839.100000209379801&amp;saved#!/photo.php?fbid=268871269796517&amp;set=a.268871146463196.86839.100000209379801&amp;type=1&amp;theater" target="_blank">http://www.facebook.com/media/set/?set=a...=1&theater</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[pengumuman :<br />
untuk menambah fisik dan kebugaran jasmani,serta menjalin tali silatuhrahim antar sesama anggota himpala,kami mengadakn latihan futsal yang akan dilaksanakan pada :<br />
hari/tanggal : Jum'at 12 Agustus 2011<br />
tempat : cikokol-karawaci, TANGERANG<br />
waktu : pkl 21:00 - 23:00<br />
<br />
INFO SELENGKAPNYA HUBUNGI:<br />
bang rici(082114233332) <br />
mas andi gondrong (082123220102) <br />
terbuka untuk seluruh anggota forum..ditunggu..... sekian dan terima kasih<br />
<br />
ditunggu kehadiran kalian semua yakk....<br />
nb : - bawa air minum<br />
- bawa uang yg banyak juga..heheheh...<br />
 <br />
untuk peta , klik di sini<br />
<a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.268871146463196.86839.100000209379801&amp;saved#!/photo.php?fbid=268871269796517&amp;set=a.268871146463196.86839.100000209379801&amp;type=1&amp;theater" target="_blank">http://www.facebook.com/media/set/?set=a...=1&theater</a>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[kasur & bantal angin ajaib]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-746.html</link>
			<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 00:40:21 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-746.html</guid>
			<description><![CDATA[<span style="color: #0000CD;">Bantal angin</span> &amp; <span style="color: #0000CD;">kasur angin</span> yang cocok untuk anda yang suka jalan-jalan dan hiking.<br />
Praktis dan ekonomis kga bikin repot.<br />
<br />
Cp : 081807426628 atau 02195531696<br />
<br />
STOCK TERBATAS<br />
<br />
Kunjungi Kami di Web :<br />
<a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.251349021548742.83046.100000209379801#!/photo.php?fbid=255528734464104&amp;set=a.251349021548742.83046.100000209379801&amp;type=1&amp;theater" target="_blank">http://www.facebook.com/media/set/?set=a...=1&theater</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="color: #0000CD;">Bantal angin</span> &amp; <span style="color: #0000CD;">kasur angin</span> yang cocok untuk anda yang suka jalan-jalan dan hiking.<br />
Praktis dan ekonomis kga bikin repot.<br />
<br />
Cp : 081807426628 atau 02195531696<br />
<br />
STOCK TERBATAS<br />
<br />
Kunjungi Kami di Web :<br />
<a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.251349021548742.83046.100000209379801#!/photo.php?fbid=255528734464104&amp;set=a.251349021548742.83046.100000209379801&amp;type=1&amp;theater" target="_blank">http://www.facebook.com/media/set/?set=a...=1&theater</a>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[PENDAKIAN SEMERU]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-745.html</link>
			<pubDate>Sat, 09 Jul 2011 19:42:47 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-745.html</guid>
			<description><![CDATA[<div style="text-align: center;"><img src="http://i1098.photobucket.com/albums/g367/boeroots1/BromoSemeru28.jpg" border="0" alt="[Image: BromoSemeru28.jpg]" /></div>
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://i1098.photobucket.com/albums/g367/boeroots1/PENDAKIANMASSALBROMO-SEMERU9.jpg" border="0" alt="[Image: PENDAKIANMASSALBROMO-SEMERU9.jpg]" /></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: center;"><img src="http://i1098.photobucket.com/albums/g367/boeroots1/BromoSemeru28.jpg" border="0" alt="[Image: BromoSemeru28.jpg]" /></div>
<br />
<div style="text-align: center;"><img src="http://i1098.photobucket.com/albums/g367/boeroots1/PENDAKIANMASSALBROMO-SEMERU9.jpg" border="0" alt="[Image: PENDAKIANMASSALBROMO-SEMERU9.jpg]" /></div>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[APA ITU ORIENTEERING??]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-744.html</link>
			<pubDate>Sat, 09 Jul 2011 19:21:53 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-744.html</guid>
			<description><![CDATA[<span style="font-weight: bold;"><span style="font-size: medium;">Apakah Orienteering itu?</span></span><br />
Orienteering adalah olah raga yang mana seorang orienteer (pelaku orienteering) menggunakan peta dan kompas dengan tepat dan akurat untuk menemukan titik dipermukaan bumi. Hal ini menjadi suatu kenikmatan jika dilakukan di hutan atau sebagai olahraga yang dilombakan.<br />
Standar jalur orienteering terdiri dari start, rangkaian dari titik kontrol yang ditandai dengan lingkaran, dihubungkan oleh garis dan angka agar didatangi oleh peserta,dan finish. Lingkaran pada titik kontrol terletak ditengah tempat yang akan ditemukan;atau disebut juga deskripsi kontrol (kadangkala disebut petunjuk). Diatas tanah, bendera kontrol menandakan lokasi dimana orienteer harus mendatangi lokasi tersebut.<br />
Untuk membuktikan telah datang,seorang orienteer menggunakan "punches"/alat pelubang kertas atau stempel yang tergantung dekat bendera untuk menandai kartu kontrol yang dibawanya.Tanda pelubang tidak sama pada tiap titik kontrol untuk membedakan titik kontrol satu dengan lain.<br />
Jalur antara "control" tidak selalu spesifik, dan ini keseluruhannya tergantung kepada orienteer,pemilihan rute yang tepat dan kemampuan navigasi adalah esensi utama dari orienteering.<br />
Banyak kegiatan orienteering menggunakan titik start yang sama dengan finish untuk memastikan bahwa tiap orienteer mempunyai kesempatan untuk memilih rute mereka sendiri, dengan batasan waktu yang telah ditentukan.<br />
<br />
	<img src="http://i1098.photobucket.com/albums/g367/boeroots1/orienteering1.jpg" border="0" alt="[Image: orienteering1.jpg]" /><br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Peta</span><br />
Meskipun mungkin untuk melakukan orienteering dengan sembarang peta, tetapi akan lebih mudah lagi jika menggunakan peta yang khusus untuk orienteering. Selain petanya akurat dan detil, peta tersebut disiapkan dengan skala manusia, daerah-daerah dan perkembangan wilayah dipetakan sehingga apa yang nampak di peta adalah hasil dari pembangunan manusia, dan perluasan wilayah berlangsung dengan cepat.<br />
Peta orienteering berkembang dengan cepat kurang lebih 50 tahun yang lalu. PAda tahun 1940an, kegiatan orienteering di Skandinavia menggunakan peta 1 : 100.000 (1 cm : 1 Km),menggunakan peta terbitan pemerintah, kadang hitam putih dan tanpa garis kontur untuk menampilkan bentuk dari daratan. Dewasa ini, banyak kegiatan orienteering dilaksanakan dengan peta 5 warna yang memakai interval kontur 5 meter dan memakai skala 1 : 10.000 (1 : 100 meter).<br />
Banyak ciri-ciri peta orienteering yang berhubungan dengan peta untuk mendaki gunung dan peta yang digunakan umumnya yang dibuat oleh pemerintah. Bagaimanapun, satu gambaran dari peta orienteering yang spesifik adalah : garis utara peta. Pada contoh terlihat disini, garis tersebut digambarkan dengan warna biru (pada beberapa peta berwarna hitam). GAris utara peta adalah garis lurus/sejajar yang membujur dari selatan magnetiske utara magnetis, dan membentang sepanjang 500 meter pada peta. Mengapa garis utara pada peta orienteering tidak sama dengan utara sebenarnya? sebab sudut antara utara magnetis dan utara sebenarnya (deklinasi) sangatlah besar pada beberapa tempat di dunia, dan alasan orienteer menggunakan kompas untuk menentukan arah nmeraka sendiri (kearah utara magnetis, bukan utara sebenarnya, ini menjadi standar untuk garis patokan pada peta sehingga mudah untuk menggunakan kompas orienteering untuk menentukan sudut kompas.<br />
Beberapa aturan umum untuk simbol peta orienteeting dibuat agar sistem mudah dimengerti.<br />
Simbol Peta Orienteering:<br />
Simbol hitam digunakan untuk bentukan batuan (sebagai contoh batu besar, tebing, tanah berbatu) dan ntuk tampilan garis seperti jalan,jalan setapak, gang sama seperti bangunan bangunan buatan manusia (sebagai contoh, reruntuhan dan gedung-gedung)<br />
    Simbol coklat digunakan untuk bentukan tanah seperti garis kontur, retakan tanah, bukit kecil.<br />
    Biru digunakan untuk bentukan air: danau, kolam,sungai, jeram,rawa-rawa.<br />
    Kuning untuk menampilkan vegetasi - khususnya untuk tanah terbuka tanpa hutan. Kepadatan dari warna kuning menunjukkan : warna kuning terang untuk padang rumput, kuning pucat untuk padang rumput dengan rumput yang tinggi.<br />
    Hijau digunakan untuk menunjukkan vegetasi yang menghambat pergerakan dari seorang orienteer. Daerah yang berwarna paling hijau, disebut "fight", yang hampir tidak mungkin untuk dilalui.<br />
    Putih di peta orienteering menunjukkan hutan dengan sedikit atau tanpa tanaman dibawah pohon - hutan yang dapat dilaluio oleh orienteer dengan mudah.<br />
    Ungu (atau merah) digunakan untuk menandai jalur orienteering di peta. Kondisi yang spesifik untuk kegiatan orienteering (seperti tempat untuk outbound dimana tanaman pertanian tumbuh) juga didesain dengan warna merah.<br />
<br />
<img src="http://i1098.photobucket.com/albums/g367/boeroots1/Orienteeringcourse.jpg" border="0" alt="[Image: Orienteeringcourse.jpg]" /><br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Sekilas Tentang Orienteering</span><br />
Orienteering berarti peta, hutan dan petualangan. tidak menjadi masalah apakah itu orang muda ataupun tua. anda dapat berlari dengan cepat, berlari dengan pelan ataupun berjalan. Anda dapat memulainya sesuai dengan keinginan dan memilih rute anda sendiri antara marker/tanda merah atau putih. Jika anda ingin sesuaitu yang menyenangkan, udara segar, menjelajahi wilayah pedesaan - orienteering dapat menjadi olahraga yang cocok bagi anda!<br />
apakah orienteering? Orienteering adalah olahraga dimana pesaing nenentukan arahnya sendiri antara titik kontrol atau khususnya yang tergambar di peta. Ada berbagai macam orienteering, yang paling umum adalah orienteering dengan berjalan kaki. Untuk kegiatan ini, jalur membentang sepanjang kurang lebih 2 km untuk pemula dan anak-anak sampai 12 km untuk orienteer dewasa yang sudah berpengalaman. Pada beberapa kegiatan orienteering ada beberapa jalur untuk pemula dan untuk yang sudah ahli. Banyak Kegiatan orienteering di mulai pada kegiatan yang diberi kode warna (C4).<br />
Mengapa Melakukan Orienteering? Orienteering mengambil lokasi di berbagai tempat di alam terbuka, dari taman kota sampai pedesaan hutan dan moorlands. Anda dapat menikmati pemandangan pedesaan, yang kadangkala belum pernah anda kunjungi, hal ini mudah, jalan yang tidak melelahkan menjadi tetap bugar.<br />
Orienteering adalah olah raga yang sempurna untuk pelajar. Karena mempunyai jalur yang menantang untuk segala usia dan kemampuan, dan dapat digunakan sebagai elemen di kurikulum nasional untuk IPA, Geografi dan Mathematika. Orienteering adalah sebuah aktivitas yang dapat dilakukan di halaman sekolah sama baiknya dengan di daerah pedesaan.<br />
<br />
<img src="http://i1098.photobucket.com/albums/g367/boeroots1/04478.jpg" border="0" alt="[Image: 04478.jpg]" /><br />
	<br />
<span style="font-weight: bold;"><br />
Pemilihan Jalur pada Orienteering</span><br />
Navigasi pada orienteering dapat dibagi dalam dua faktor:<br />
• memilih satu dari beberapa rute yang mungkin untuk mencapat kontrol point<br />
• menemukan jalan anda sendiri sepanjang rute<br />
<br />
Sekali anda belajar beberapa teknik dasar orienteering dan teknik navigasi, anda akan selalu dapat menemukan kontrol - jika peta yang diberikan akurat. Oleh karena itu, banyak perbedaan waktu individual dapat terjadi karena pemilihan rute. Ini memang benar adanya ketika kecepatan melewati wilayah bervariasi secara dramatis di tempat yang berbeda-beda, yang mana dapat terjadi oleh banyak alasan:<br />
    jalan setapak di hutan lebih cepat dilewati<br />
    vegetasi dipeta yang berwarna hijau dapat memperlambat perjalanan<br />
    jalan menanjak dan kemudian menurun mungkin lebih lambat dibandingkan jalan mendatar<br />
    jalur lebih cepat yang potensial mungkin tanpa bantuan navigasi, ketika rute yang lebih panjang/pendek menyediakan pendekatan navigasi yang mudah ke titik kontrol.<br />
<br />
Faktor lain adalah tiap-tiap individu mungkin mempunyai kekuatan yang berbeda-beda; seorang mungkin berlari sangat cepat di jalan setapak, tetapi lambat secara drastis ketika masuk hutan; yang lain mungkin tidak mempunyai kecepatan yang baik, tetapi tangguh ketika jalan menanjak; yang lain lagi mungkin tidak punya kepercayaan diri dalam kemampuannya membaca kompas, tetapi mungkin sangat baik dalam hal membaca kontur. Jalur terbaik untuk pemula mungkin bukan jalur terbaik unruk para orienteer yang ahli.<br />
Pilihan rute yang diberikan pada lomba diantara titik-titik kontrol mungkin mempunyai banyak solusi pilihan jalur yang terbaik. Tetapi, solusi jalur yang terbaik mungkin tidak menguntungkan ketika seorang orienteer tidak merencanakannya secara cermat.<br />
Sebagai contoh, peta diatas dimana didalamnya terdapat pilihan jalur/rute dan variasi-variasinya yang diberikan kepada orienteer papan atas pada Kejuaraan Nasional swedia beberapa tahun yang lalu. Tiap jalur orienteer ditampilkan oleh satu garis merah, dan tempat dimana beberapa individu memakai jalur yang sama, nomor berwarna merah ditampilkan berapa banyak orienteer mengikuti beberapa bagian dari jalur. Beberapa tempat tidak bisa dilewati karena tanaman pertanian sedang tumbuh dan ditandai dengan silang merah.<br />
Meskipun ini mungkin contoh yang ekstrem, hal ini menunjukkan variasi dari jalur (dan kombinasi subset dari jalur) yang dapat terjadi pada single leg.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Tipe-Tipe Kompas</span><br />
Kompas yang baik mempunyai cairan yang terdapat di dalamnya; cairan tersebut mengatur gerakan dari jarum, sehingga anda dapat menggunakan kompas dengan baik walaupun memegangnya kurang dengan sempurna. Jangan membeli kompas yang murah tetapi tanpa cairan yang terdapat di dalamnya. Jarum kompas diwarnai dalam dua warna. Jika kompas digenggam secara benar (mendatar), ujung warna merah mengarah ke utara, dan putih mengarah ke selatan. An interesting detail is that there are northern- and southern-hemisphere compasses. This has to do with the fact that the magnetic field lines, to which a compass needle aligns, point into the earth at the north and south magnetic poles. Ketika anda menggunakan kompas utara hemispher di, katakanlah, austeralia, arah selatan dari magnet mengarah kebawah oleh medan magnet, dan juga lebih berat dibanding arah utara - hasil di jarum yang dapat ditangkap dan ditarik pada dasar kompas ketika kompas diletakkan secara horizontal.<br />
Ada Dua Tipe Kompas Orienteering :<br />
         <span style="font-weight: bold;">1. baseplate atau kompas protractor</span><br />
Kompas tipe ini ditemukan oleh Kjellstrom bersaudara semasa perang dunia II dan terdiri atas sebuah rectangular baseplate, yang ditandai dengan panah warna merah sepanjang axis, dan lingkaran kompas ditandai derajat (hampir di seluruh dunia untuk lingkaran penuh adalahy 360 derajat , tetapi sebagian belahan eropa menggunakan 400 derajat). Tanda dibagian dasar rumah kompas adalah sebuah panah dan sebuah garis paralel di dalam panah tsb. tampilan tambahan mungkin termasuk lanyard untuk memasang kompas di pinggang, garis skala untuk ukuran jarak peta sepanjang satu atau lebih ujung dari baseplate, sebuah cermin untuk membaca peta secara detail, dan lubang berbentuk lingkaran dan segitiga untuk menandai jalur orienteering diatas peta.<br />
   <span style="font-weight: bold;">       2.    Kompas Jempol / Ibujari</span><br />
Di pertengahan tahun 1980 an, sebuah organisasi orienteering top dari Swedia membuat terobosan untuk mengganti kompas baseplate dengan mempertajam baseplate dan membuat lubang untuk memasang kompas tsb di jempol. Kompas ini lalu dipasang di jempol tangan kiri, diletakkan di atas kompas yang juga dipegang dengang tangan kiri pula. Keuntungan dari sisitem ini adalah peta dan kompas selalu di baca dalam satu unit, peta menjadi lebih mudah di baca dan cepat, ditambah satu tangan bebas bergerak; kekurangan adalah sudut yang sangat akurat sesuai dengan sudut kompas sangat sulit diambil. Kesukaan seseorang biasanya menentukan pemakaian tipe kompas yang akan dipakai; kejuaraan dunia memperbolehkan penggunaan kedua tipe kompas tersebuat.<br />
Menggunakan tipe kompas yang lain, ada dua skill dasar yang dibutuhkan seorang orienteer :<br />
• Membaca Peta<br />
• Mengambil Sudut<br />
<br />
<img src="http://i1098.photobucket.com/albums/g367/boeroots1/orienteering_1.jpg" border="0" alt="[Image: orienteering_1.jpg]" /><br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Menggunakan kompas untuk membaca peta.</span><br />
Ini adalah teknik yang sederhana, dan ini mungkin kegunaan kompas yang paling penting :<br />
• Pegang kompas secara horizontal.<br />
• Letakkan kompas mendatar di atas peta.<br />
• putar peta sampai "garis utara" dari peta sejajar/satu garis lurus dengan jarum kompas.<br />
Arah peta sekarang sudah sama dengan medan yang sebenarnya. Ini membuat lebih mudah dibaca, seperti membaca tulisan akan lebih mudah dari atas ke bawah.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Mengambil sudut</span><br />
Setiap arah dapat dinyatakan sebagai sebuah sudut dengan acuan arah utara. di dalam kemiliteran atau kepramukaan, ini dinamakan sebuah "azimuth", dan sudut-sudutnya dinyatakan oleh angka dengan satuan derajat. Orienteer mempunyai cara yang mudah, hanya mengatur sudut pada kompas mereka dan menjaga jarum tetap dan tidak berubah, yang mana akan membawa mereka ke arah yang di tuju. Cara mudah mengatur arah pada kompas orienteering adalah :<br />
    letakkan kompas di atas peta sehingga jarum kompas mengarah ke atas sesuai dengan jalan yang ingin anda tuju<br />
    putar rumah kompas sehingga jarum kompas paralel dengan arah utara yang terdapat di peta (pastikan titik panah utara dan bukan selatan)<br />
<br />
SELAMAT MENCOBA<br />
sumber : <a href="http://www.pendakierror.com/orienteering.htm" target="_blank">http://www.pendakierror.com/orienteering.htm</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="font-weight: bold;"><span style="font-size: medium;">Apakah Orienteering itu?</span></span><br />
Orienteering adalah olah raga yang mana seorang orienteer (pelaku orienteering) menggunakan peta dan kompas dengan tepat dan akurat untuk menemukan titik dipermukaan bumi. Hal ini menjadi suatu kenikmatan jika dilakukan di hutan atau sebagai olahraga yang dilombakan.<br />
Standar jalur orienteering terdiri dari start, rangkaian dari titik kontrol yang ditandai dengan lingkaran, dihubungkan oleh garis dan angka agar didatangi oleh peserta,dan finish. Lingkaran pada titik kontrol terletak ditengah tempat yang akan ditemukan;atau disebut juga deskripsi kontrol (kadangkala disebut petunjuk). Diatas tanah, bendera kontrol menandakan lokasi dimana orienteer harus mendatangi lokasi tersebut.<br />
Untuk membuktikan telah datang,seorang orienteer menggunakan "punches"/alat pelubang kertas atau stempel yang tergantung dekat bendera untuk menandai kartu kontrol yang dibawanya.Tanda pelubang tidak sama pada tiap titik kontrol untuk membedakan titik kontrol satu dengan lain.<br />
Jalur antara "control" tidak selalu spesifik, dan ini keseluruhannya tergantung kepada orienteer,pemilihan rute yang tepat dan kemampuan navigasi adalah esensi utama dari orienteering.<br />
Banyak kegiatan orienteering menggunakan titik start yang sama dengan finish untuk memastikan bahwa tiap orienteer mempunyai kesempatan untuk memilih rute mereka sendiri, dengan batasan waktu yang telah ditentukan.<br />
<br />
	<img src="http://i1098.photobucket.com/albums/g367/boeroots1/orienteering1.jpg" border="0" alt="[Image: orienteering1.jpg]" /><br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Peta</span><br />
Meskipun mungkin untuk melakukan orienteering dengan sembarang peta, tetapi akan lebih mudah lagi jika menggunakan peta yang khusus untuk orienteering. Selain petanya akurat dan detil, peta tersebut disiapkan dengan skala manusia, daerah-daerah dan perkembangan wilayah dipetakan sehingga apa yang nampak di peta adalah hasil dari pembangunan manusia, dan perluasan wilayah berlangsung dengan cepat.<br />
Peta orienteering berkembang dengan cepat kurang lebih 50 tahun yang lalu. PAda tahun 1940an, kegiatan orienteering di Skandinavia menggunakan peta 1 : 100.000 (1 cm : 1 Km),menggunakan peta terbitan pemerintah, kadang hitam putih dan tanpa garis kontur untuk menampilkan bentuk dari daratan. Dewasa ini, banyak kegiatan orienteering dilaksanakan dengan peta 5 warna yang memakai interval kontur 5 meter dan memakai skala 1 : 10.000 (1 : 100 meter).<br />
Banyak ciri-ciri peta orienteering yang berhubungan dengan peta untuk mendaki gunung dan peta yang digunakan umumnya yang dibuat oleh pemerintah. Bagaimanapun, satu gambaran dari peta orienteering yang spesifik adalah : garis utara peta. Pada contoh terlihat disini, garis tersebut digambarkan dengan warna biru (pada beberapa peta berwarna hitam). GAris utara peta adalah garis lurus/sejajar yang membujur dari selatan magnetiske utara magnetis, dan membentang sepanjang 500 meter pada peta. Mengapa garis utara pada peta orienteering tidak sama dengan utara sebenarnya? sebab sudut antara utara magnetis dan utara sebenarnya (deklinasi) sangatlah besar pada beberapa tempat di dunia, dan alasan orienteer menggunakan kompas untuk menentukan arah nmeraka sendiri (kearah utara magnetis, bukan utara sebenarnya, ini menjadi standar untuk garis patokan pada peta sehingga mudah untuk menggunakan kompas orienteering untuk menentukan sudut kompas.<br />
Beberapa aturan umum untuk simbol peta orienteeting dibuat agar sistem mudah dimengerti.<br />
Simbol Peta Orienteering:<br />
Simbol hitam digunakan untuk bentukan batuan (sebagai contoh batu besar, tebing, tanah berbatu) dan ntuk tampilan garis seperti jalan,jalan setapak, gang sama seperti bangunan bangunan buatan manusia (sebagai contoh, reruntuhan dan gedung-gedung)<br />
    Simbol coklat digunakan untuk bentukan tanah seperti garis kontur, retakan tanah, bukit kecil.<br />
    Biru digunakan untuk bentukan air: danau, kolam,sungai, jeram,rawa-rawa.<br />
    Kuning untuk menampilkan vegetasi - khususnya untuk tanah terbuka tanpa hutan. Kepadatan dari warna kuning menunjukkan : warna kuning terang untuk padang rumput, kuning pucat untuk padang rumput dengan rumput yang tinggi.<br />
    Hijau digunakan untuk menunjukkan vegetasi yang menghambat pergerakan dari seorang orienteer. Daerah yang berwarna paling hijau, disebut "fight", yang hampir tidak mungkin untuk dilalui.<br />
    Putih di peta orienteering menunjukkan hutan dengan sedikit atau tanpa tanaman dibawah pohon - hutan yang dapat dilaluio oleh orienteer dengan mudah.<br />
    Ungu (atau merah) digunakan untuk menandai jalur orienteering di peta. Kondisi yang spesifik untuk kegiatan orienteering (seperti tempat untuk outbound dimana tanaman pertanian tumbuh) juga didesain dengan warna merah.<br />
<br />
<img src="http://i1098.photobucket.com/albums/g367/boeroots1/Orienteeringcourse.jpg" border="0" alt="[Image: Orienteeringcourse.jpg]" /><br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Sekilas Tentang Orienteering</span><br />
Orienteering berarti peta, hutan dan petualangan. tidak menjadi masalah apakah itu orang muda ataupun tua. anda dapat berlari dengan cepat, berlari dengan pelan ataupun berjalan. Anda dapat memulainya sesuai dengan keinginan dan memilih rute anda sendiri antara marker/tanda merah atau putih. Jika anda ingin sesuaitu yang menyenangkan, udara segar, menjelajahi wilayah pedesaan - orienteering dapat menjadi olahraga yang cocok bagi anda!<br />
apakah orienteering? Orienteering adalah olahraga dimana pesaing nenentukan arahnya sendiri antara titik kontrol atau khususnya yang tergambar di peta. Ada berbagai macam orienteering, yang paling umum adalah orienteering dengan berjalan kaki. Untuk kegiatan ini, jalur membentang sepanjang kurang lebih 2 km untuk pemula dan anak-anak sampai 12 km untuk orienteer dewasa yang sudah berpengalaman. Pada beberapa kegiatan orienteering ada beberapa jalur untuk pemula dan untuk yang sudah ahli. Banyak Kegiatan orienteering di mulai pada kegiatan yang diberi kode warna (C4).<br />
Mengapa Melakukan Orienteering? Orienteering mengambil lokasi di berbagai tempat di alam terbuka, dari taman kota sampai pedesaan hutan dan moorlands. Anda dapat menikmati pemandangan pedesaan, yang kadangkala belum pernah anda kunjungi, hal ini mudah, jalan yang tidak melelahkan menjadi tetap bugar.<br />
Orienteering adalah olah raga yang sempurna untuk pelajar. Karena mempunyai jalur yang menantang untuk segala usia dan kemampuan, dan dapat digunakan sebagai elemen di kurikulum nasional untuk IPA, Geografi dan Mathematika. Orienteering adalah sebuah aktivitas yang dapat dilakukan di halaman sekolah sama baiknya dengan di daerah pedesaan.<br />
<br />
<img src="http://i1098.photobucket.com/albums/g367/boeroots1/04478.jpg" border="0" alt="[Image: 04478.jpg]" /><br />
	<br />
<span style="font-weight: bold;"><br />
Pemilihan Jalur pada Orienteering</span><br />
Navigasi pada orienteering dapat dibagi dalam dua faktor:<br />
• memilih satu dari beberapa rute yang mungkin untuk mencapat kontrol point<br />
• menemukan jalan anda sendiri sepanjang rute<br />
<br />
Sekali anda belajar beberapa teknik dasar orienteering dan teknik navigasi, anda akan selalu dapat menemukan kontrol - jika peta yang diberikan akurat. Oleh karena itu, banyak perbedaan waktu individual dapat terjadi karena pemilihan rute. Ini memang benar adanya ketika kecepatan melewati wilayah bervariasi secara dramatis di tempat yang berbeda-beda, yang mana dapat terjadi oleh banyak alasan:<br />
    jalan setapak di hutan lebih cepat dilewati<br />
    vegetasi dipeta yang berwarna hijau dapat memperlambat perjalanan<br />
    jalan menanjak dan kemudian menurun mungkin lebih lambat dibandingkan jalan mendatar<br />
    jalur lebih cepat yang potensial mungkin tanpa bantuan navigasi, ketika rute yang lebih panjang/pendek menyediakan pendekatan navigasi yang mudah ke titik kontrol.<br />
<br />
Faktor lain adalah tiap-tiap individu mungkin mempunyai kekuatan yang berbeda-beda; seorang mungkin berlari sangat cepat di jalan setapak, tetapi lambat secara drastis ketika masuk hutan; yang lain mungkin tidak mempunyai kecepatan yang baik, tetapi tangguh ketika jalan menanjak; yang lain lagi mungkin tidak punya kepercayaan diri dalam kemampuannya membaca kompas, tetapi mungkin sangat baik dalam hal membaca kontur. Jalur terbaik untuk pemula mungkin bukan jalur terbaik unruk para orienteer yang ahli.<br />
Pilihan rute yang diberikan pada lomba diantara titik-titik kontrol mungkin mempunyai banyak solusi pilihan jalur yang terbaik. Tetapi, solusi jalur yang terbaik mungkin tidak menguntungkan ketika seorang orienteer tidak merencanakannya secara cermat.<br />
Sebagai contoh, peta diatas dimana didalamnya terdapat pilihan jalur/rute dan variasi-variasinya yang diberikan kepada orienteer papan atas pada Kejuaraan Nasional swedia beberapa tahun yang lalu. Tiap jalur orienteer ditampilkan oleh satu garis merah, dan tempat dimana beberapa individu memakai jalur yang sama, nomor berwarna merah ditampilkan berapa banyak orienteer mengikuti beberapa bagian dari jalur. Beberapa tempat tidak bisa dilewati karena tanaman pertanian sedang tumbuh dan ditandai dengan silang merah.<br />
Meskipun ini mungkin contoh yang ekstrem, hal ini menunjukkan variasi dari jalur (dan kombinasi subset dari jalur) yang dapat terjadi pada single leg.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Tipe-Tipe Kompas</span><br />
Kompas yang baik mempunyai cairan yang terdapat di dalamnya; cairan tersebut mengatur gerakan dari jarum, sehingga anda dapat menggunakan kompas dengan baik walaupun memegangnya kurang dengan sempurna. Jangan membeli kompas yang murah tetapi tanpa cairan yang terdapat di dalamnya. Jarum kompas diwarnai dalam dua warna. Jika kompas digenggam secara benar (mendatar), ujung warna merah mengarah ke utara, dan putih mengarah ke selatan. An interesting detail is that there are northern- and southern-hemisphere compasses. This has to do with the fact that the magnetic field lines, to which a compass needle aligns, point into the earth at the north and south magnetic poles. Ketika anda menggunakan kompas utara hemispher di, katakanlah, austeralia, arah selatan dari magnet mengarah kebawah oleh medan magnet, dan juga lebih berat dibanding arah utara - hasil di jarum yang dapat ditangkap dan ditarik pada dasar kompas ketika kompas diletakkan secara horizontal.<br />
Ada Dua Tipe Kompas Orienteering :<br />
         <span style="font-weight: bold;">1. baseplate atau kompas protractor</span><br />
Kompas tipe ini ditemukan oleh Kjellstrom bersaudara semasa perang dunia II dan terdiri atas sebuah rectangular baseplate, yang ditandai dengan panah warna merah sepanjang axis, dan lingkaran kompas ditandai derajat (hampir di seluruh dunia untuk lingkaran penuh adalahy 360 derajat , tetapi sebagian belahan eropa menggunakan 400 derajat). Tanda dibagian dasar rumah kompas adalah sebuah panah dan sebuah garis paralel di dalam panah tsb. tampilan tambahan mungkin termasuk lanyard untuk memasang kompas di pinggang, garis skala untuk ukuran jarak peta sepanjang satu atau lebih ujung dari baseplate, sebuah cermin untuk membaca peta secara detail, dan lubang berbentuk lingkaran dan segitiga untuk menandai jalur orienteering diatas peta.<br />
   <span style="font-weight: bold;">       2.    Kompas Jempol / Ibujari</span><br />
Di pertengahan tahun 1980 an, sebuah organisasi orienteering top dari Swedia membuat terobosan untuk mengganti kompas baseplate dengan mempertajam baseplate dan membuat lubang untuk memasang kompas tsb di jempol. Kompas ini lalu dipasang di jempol tangan kiri, diletakkan di atas kompas yang juga dipegang dengang tangan kiri pula. Keuntungan dari sisitem ini adalah peta dan kompas selalu di baca dalam satu unit, peta menjadi lebih mudah di baca dan cepat, ditambah satu tangan bebas bergerak; kekurangan adalah sudut yang sangat akurat sesuai dengan sudut kompas sangat sulit diambil. Kesukaan seseorang biasanya menentukan pemakaian tipe kompas yang akan dipakai; kejuaraan dunia memperbolehkan penggunaan kedua tipe kompas tersebuat.<br />
Menggunakan tipe kompas yang lain, ada dua skill dasar yang dibutuhkan seorang orienteer :<br />
• Membaca Peta<br />
• Mengambil Sudut<br />
<br />
<img src="http://i1098.photobucket.com/albums/g367/boeroots1/orienteering_1.jpg" border="0" alt="[Image: orienteering_1.jpg]" /><br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Menggunakan kompas untuk membaca peta.</span><br />
Ini adalah teknik yang sederhana, dan ini mungkin kegunaan kompas yang paling penting :<br />
• Pegang kompas secara horizontal.<br />
• Letakkan kompas mendatar di atas peta.<br />
• putar peta sampai "garis utara" dari peta sejajar/satu garis lurus dengan jarum kompas.<br />
Arah peta sekarang sudah sama dengan medan yang sebenarnya. Ini membuat lebih mudah dibaca, seperti membaca tulisan akan lebih mudah dari atas ke bawah.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Mengambil sudut</span><br />
Setiap arah dapat dinyatakan sebagai sebuah sudut dengan acuan arah utara. di dalam kemiliteran atau kepramukaan, ini dinamakan sebuah "azimuth", dan sudut-sudutnya dinyatakan oleh angka dengan satuan derajat. Orienteer mempunyai cara yang mudah, hanya mengatur sudut pada kompas mereka dan menjaga jarum tetap dan tidak berubah, yang mana akan membawa mereka ke arah yang di tuju. Cara mudah mengatur arah pada kompas orienteering adalah :<br />
    letakkan kompas di atas peta sehingga jarum kompas mengarah ke atas sesuai dengan jalan yang ingin anda tuju<br />
    putar rumah kompas sehingga jarum kompas paralel dengan arah utara yang terdapat di peta (pastikan titik panah utara dan bukan selatan)<br />
<br />
SELAMAT MENCOBA<br />
sumber : <a href="http://www.pendakierror.com/orienteering.htm" target="_blank">http://www.pendakierror.com/orienteering.htm</a>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[lomba panjat tingkat nasional HEOCC]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-743.html</link>
			<pubDate>Sat, 18 Jun 2011 10:44:55 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-743.html</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://i1098.photobucket.com/albums/g367/boeroots1/potooi.jpg" border="0" alt="[Image: potooi.jpg]" /><br />
<br />
ikuti segera banyak doorprize nya juga loh,<br />
pendaftaran paling lambat 22 juni 2011 pada waktu TM,]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://i1098.photobucket.com/albums/g367/boeroots1/potooi.jpg" border="0" alt="[Image: potooi.jpg]" /><br />
<br />
ikuti segera banyak doorprize nya juga loh,<br />
pendaftaran paling lambat 22 juni 2011 pada waktu TM,]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Confiused]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-742.html</link>
			<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 15:41:01 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-742.html</guid>
			<description><![CDATA[Melihat jauh kedepan tanpa tujuan yang pasti,<br />
berharap pada suatu harapan yang tak berunjung.<br />
<br />
Aku seakan-akan terjerat oleh penguasa waktu.<br />
<br />
yang tiap detik,<br />
tiap menit menertawaiku.<br />
<br />
Aku seperti seoorang aktor tunggal yang sedang memerankan sebuah skenario kosong.<br />
aku seperti seseorang yang sedang mendistorsi waktu,...<br />
<br />
membagi antara lalu dan sekarang.<br />
<br />
"kemarin adalah history, besok adalah mistery, dan sekarang adalah gift" kata lao zi<br />
<br />
waktu adalah labirin yang tak berunjung<br />
yang menjerat kita untuk terus dan menerus berputar disini.<br />
<br />
kehidupan seperti sebuah lembaran sketsa kosong<br />
yang siap dihiasi oleh warna-warni cerita kehidupan.<br />
<br />
"if you think, this life an complicate for you,..<br />
that gonna complicate with you. try to enjoy your life, coz is gonna beautiful for you...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Melihat jauh kedepan tanpa tujuan yang pasti,<br />
berharap pada suatu harapan yang tak berunjung.<br />
<br />
Aku seakan-akan terjerat oleh penguasa waktu.<br />
<br />
yang tiap detik,<br />
tiap menit menertawaiku.<br />
<br />
Aku seperti seoorang aktor tunggal yang sedang memerankan sebuah skenario kosong.<br />
aku seperti seseorang yang sedang mendistorsi waktu,...<br />
<br />
membagi antara lalu dan sekarang.<br />
<br />
"kemarin adalah history, besok adalah mistery, dan sekarang adalah gift" kata lao zi<br />
<br />
waktu adalah labirin yang tak berunjung<br />
yang menjerat kita untuk terus dan menerus berputar disini.<br />
<br />
kehidupan seperti sebuah lembaran sketsa kosong<br />
yang siap dihiasi oleh warna-warni cerita kehidupan.<br />
<br />
"if you think, this life an complicate for you,..<br />
that gonna complicate with you. try to enjoy your life, coz is gonna beautiful for you...]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[kader konservasi alam]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-741.html</link>
			<pubDate>Sat, 28 May 2011 15:10:43 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-741.html</guid>
			<description><![CDATA[<div style="text-align: justify;">Saat ini keberadaan klub Pecinta alam tumbuh subur di bumi pertiwi ini, seperti jamur di musim hujan. Dengan kondisi alam yang begitu mendukung kegiatan tersebut. Sebuah usaha positif dalam menyalurkan kegiatan tersebut. Pecinta Alam bukanlah mereka yang yang telah menggapai atap-atap dunia, bukan mereka yang berhasil melakukan ekspedisi yang berbahaya, bukan pula mereka yang ahli dalam mendaki. Tapi mereka adalah orang-orang yang mau menjaga kebersihan lingkungan dimana mereka berada. Sudah banyak manusia-manusia yang telah menggapai atap-atap dunia, tapi hanya segelintir orang yang benar-benar sebagai pecinta alam.  </div>
<br />
<span style="font-weight: bold;">A.	Konservasi</span><br />
	Konservasi itu sendiri merupakan berasal dari kata Conservation yang terdiri atas kata con (together) dan servare (keep atau save) yang memiliki pengertian mengenai upaya memelihara apa yang kita punya (keep atau save what you have), namun secara bijaksana (wise use). Ide ini dikemukakan oleh Theodore Roosevelt (1902) yang merupakan orang Amerika pertama yang mengemukakan tentang konsep konservasi.<br />
        Sedangkan menurut Rijksen (1981), konservasi merupakan suatu bentuk evolusi kultural dimana pada saat dulu, upaya konservasi lebih buruk daripada saat sekarang. Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi dimana konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumberdaya alam untuk sekarang, sedangkan dari segi ekologi, konservasi merupakan alokasi sumberdaya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang.<br />
<br />
       Apabila merujuk pada pengertiannya, konservasi didefinisikan dalam beberapa batasan, sebagai berikut :<br />
      1.	Konservasi adalah menggunakan sumberdaya alam untuk memenuhi keperluan manusia dalam jumlah yang besar dalam waktu yang lama (American Dictionary).<br />
       2.	Konservasi adalah alokasi sumberdaya alam antar waktu (generasi) yang optimal secara sosial (Randall, 1982).<br />
       3.	Konservasi merupakan manajemen udara, air, tanah, mineral ke organisme hidup termasuk manusia sehingga dapat dicapai kualitas kehidupan manusia yang meningkat termasuk dalam kegiatan manajemen adalah survai, penelitian, administrasi, preservasi, pendidikan, pemanfaatan dan latihan (IUCN, 1968).<br />
        4.	Konservasi adalah manajemen penggunaan biosfer oleh manusia sehingga dapat memberikan atau memenuhi keuntungan yang besar dan dapat diperbaharui untuk generasi-generasi yang akan datang (WCS, 1980).<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">B.	Restorasi</span><br />
	Restorasi adalah upaya untuk memperbaiki bagian-bagian yang rusak, atau jika memungkinkan, mengganti bagian-bagian yang hilang dari suatu koleksi.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">C.	Cagar Alam</span><br />
	Kawasan cagar alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.<br />
	Adapun Kriteria untuk penunjukkan dan penetapan sebagai kawasan cagar alam :<br />
<br />
         1.	Mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa dan tipe ekosistem.<br />
         2.	Mewakili formasi biota tertentu dan atau unit-unit penyusunnya.<br />
         3.	Mempunyai kondisi alam, baik biota maupun fisiknya yang masih asli dan tidak atau belum diganggu manusia.<br />
         4.	Mempunyai luas yang cukup dan bentuk tertentu agar menunjang pengelolaan yang efektif dan menjamin keberlangsungan proses ekologis secara alami.<br />
         5.	Mempunyai ciri khas potensi dan dapat merupakan contoh ekosistem yang keberadaannya memerlukan upaya konservasi; dan atau mempunyai komunitas tumbuhan dan atau satwa beserta ekosistemnya yang langka atau yang keberadaannya terancam punah.<br />
<br />
         Pemerintah bertugas mengelola kawasan cagar alam. Suatu kawasan cagar alam dikelola berdasarkan satu rencana pengelolaan yang disusun berdasarkan kajian aspek-aspek ekologi, teknis, ekonomis dan sosial budaya.<br />
         Rencana pengelolaan cagar alam sekurang-kurangnya memuat tujuan pengelolaan, dan garis besar kegiatan yang menunjang upaya perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan kawasan. Upaya pengawetan kawasan cagar alam dilaksanakan dalam bentuk kegiatan :<br />
<br />
1.	Perlindungan dan pengamanan kawasan.<br />
2.	Inventarisasi potensi kawasan.<br />
3.	Penelitian dan pengembangan yang menunjang pengawetan.<br />
<br />
<br />
      Beberapa kegiatan yang dilarang karena dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan cagar alam adalah :<br />
     1.	Melakukan perburuan terhadap satwa yang berada di dalam kawasan.<br />
     2.	Memasukan jenis-jenis tumbuhan dan satwa bukan asli ke dalam kawasan.<br />
     3.	Memotong, merusak, mengambil, menebang, dan memusnahkan tumbuhan dan satwa dalam dan dari kawasan.<br />
     4.	Menggali atau membuat lubang pada tanah yang mengganggu kehidupan tumbuhan dan satwa dalam kawasan.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">D.	Taman Nasional</span><br />
	Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi alam.<br />
<br />
Kriteria Penetapan Kawasan Taman Nasional (TN) adalah sebagai berikut :<br />
      1.	Kawasan yang ditetapkan mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelangsungan proses ekologis secara alami.<br />
      2.	Memiliki sumber daya alam yang khas dan unik baik berupa jenis tumbuhan maupun satwa dan ekosistemnya serta gejala alam yang masih utuh dan alami.<br />
      3.	Memiliki satu atau beberapa ekosistem yang masih utuh sebagai pariwisata alam.<br />
      4.	Memiliki keadaan alam yang asli dan alami untuk dikembangkan.<br />
      5.	Merupakan kawasan yang dapat dibagi kedalam Zona Inti, Zona Pemanfaatan, Zona Rimba dan Zona lain yang karena pertimbangan kepentingan rehabilitasi kawasan, ketergantungan penduduk sekitar kawasan, dan dalam rangka mendukung upaya pelestarian sumber daya alam hayati dan kosistemnya, dapat ditetapkan sebagai zona tersendiri.<br />
<br />
E.	Manfaat Taman Nasional<br />
Pengelolaan taman nasional dapat memberikan manfaat antara lain:<br />
      1.	Ekonomi<br />
Dapat dikembangkan sebagai kawasan yang mempunyai nilai ekonomis, sebagai contoh potensi terumbu karang merupakan sumber yang memiliki produktivitas dan keanekaragaman yang tinggi sehingga membantu meningkatkan pendapatan bagi nelayan, penduduk pesisir bahkan devisa negara.<br />
      2.	Ekologi<br />
Dapat menjaga keseimbangan kehidupan baik biotik maupun abiotik di daratan maupun perairan.<br />
      3.	Estetika<br />
Memiliki keindahan sebagai obyek wisata alam yang dikembangkan sebagai usaha pariwisata alam atau bahari.<br />
      4.	Pendidikan dan Penelitian<br />
Merupakan obyek dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan penelitian.<br />
      5.	Jaminan Masa Depan<br />
Keanekaragaman sumber daya alam kawasan konservasi baik di darat maupun di perairan memiliki jaminan untuk dimanfaatkan secara batasan bagi kehidupan yang lebih baik untuk generasi kini dan yang akan datang.<br />
 <br />
       pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya. Suatu kawasan taman nasionali kelola berdasarkan satu rencana pengelolaan yang disusun berdasarkan kajian aspek-aspek ekologi, teknis, ekonomis dan sosial budaya.<br />
	Rencana pengelolaan taman nasional sekurang-kurangnya memuat tujuan pengelolaan, dan garis besar kegiatan yang menunjang upaya perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan kawasan.<br />
<br />
	Pengelolaan Taman nasional didasarkan atas sistem zonasi yang dapat dibagi atas :<br />
     1.	Zona inti.<br />
     2.	Zona pemanfaatan.<br />
     3.	Zona rimba dan atau yang ditetapkan Menteri berdasarkan kebutuhan pelestarian sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya..<br />
a)	Kriteria zona inti, yaitu :<br />
     1.	Mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya.<br />
     2.	Mewakili formasi biota tertentu dan atau unit-unitpenyusunnya.<br />
     3.	Mempunyai kondisi alam, baik biota maupun fisiknya yang masih asli dan atau tidak atau belum diganggu manusia.<br />
     4.	Mempunyai luas yang cukup dan bentuk tertentu agar menunjang pengelolaan yang efektif dan menjamin berlangsungnya proses ekologis secara alami.<br />
     5.	Mempunyai ciri khas potensinya dan dapat merupakan contoh yang keberadaannya memerlukan upaya konservasi.<br />
     6.	Mempunyai komunitas tumbuhan dan atau satwa beserta ekosistemnya yang langka atau yang keberadaannya terancam punah.<br />
<br />
b)	Kriteria zona pemanfaatan, yaitu :<br />
     1.	Mempunyai daya tarik alam berupa tumbuhan, satwa atau berupa formasi ekosistem tertentu serta formasi geologinya yang indah dan unik.<br />
     2.	Mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelestarian potensi dan daya tarik untuk dimanfaatkan bagi pariwisata dan rekreasi alam.<br />
     3.	Kondisi lingkungan di sekitarnya mendukung upaya pengembangan pariwisata alam.<br />
<br />
c)	Kriteria zona rimba, yaitu :<br />
     1.	Kawasan yang ditetapkan mampu mendukung upaya perkembangan dari jenis satwa yang perlu dilakukan upaya konservasi.<br />
     2.	Memiliki keanekaragaman jenis yang mampu menyangga pelestarian zona inti dan zona pemanfaatan.<br />
<br />
Upaya pengawetan kawasan taman nasional dilaksanakan sesuai dengan sistem zonasi pengelolaannya.<br />
	Upaya pengawetan pada zona inti dilaksanakan dalam bentuk kegiatan:<br />
     1.	Perlindungan dan pengamanan.<br />
     2.	Inventarisasi potensi kawasan.<br />
     3.	Penelitian dan pengembangan dalam menunjang pengelolaan.<br />
	Upaya pengawetan pada zona pemanfaatan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan :<br />
     1.	Perlindungan dan pengamanan.<br />
     2.	Inventarisasi potensi kawasan.<br />
     3.	Penelitian dan pengembangan dalam menunjang pariwisata alam.<br />
<br />
	Upaya pengawetan pada zona rimba dilaksanakan dalam bentuk kegiatan:<br />
     1.	Perlindungan dan pengamanan.<br />
     2.	Inventarisasi potensi kawasan.<br />
     3.	Penelitian dan pengembangan dalam menunjang pengelolaan.<br />
     4.	Pembinaan habitat dan populasi satwa.<br />
<br />
	Pembinaan habitat dan populasi satwa, meliputi kegiatan:<br />
     1.	Pembinaan padang rumput.<br />
     2.	Pembuatan fasilitas air minum atau tempat berkubang dan mandi satwa.<br />
     3.	Penanaman dan pemeliharaan pohon-pohon pelindung dan pohon-pohon sumber makanan satwa.<br />
     4.	Penjarangan populasi satwa.<br />
     5.	Penambahan tumbuhan atau satwa asli.<br />
     6.	Pemberantasan jenis tumbuhan dan satwa pengganggu.<br />
<br />
	Beberapa kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan taman nasional adalah:<br />
     1.	Merusak kekhasan potensi sebagai pembentuk ekosistem.<br />
     2.	Merusak keindahan dan gejala alam.<br />
     3.	Mengurangi luas kawasan yang telah ditentukan.<br />
     4.	Melakukan kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan rencana pengelolaan dan atau rencana.<br />
<br />
	Pengusahaan yang telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang. Sesuatu kegiatan yang dapat dianggap sebagai tindakan permulaan melakukan kegiatan yang berakibat terhadap perubahan fungsi kawasan adalah<br />
     1.	Memotong, memindahkan, merusak atau menghilangkan tanda batas kawasan.<br />
     2.	Membawa alat yang lazim digunakan untuk mengambil, menangkap, berburu, menebang, merusak, memusnahkan dan mengangkut sumberdaya alam ke dan dari dalam kawasan.<br />
Taman nasional dapat dimanfaatkan sesuai dengan sistem zonasinya :<br />
a) Pemanfaatan Zona inti :<br />
    1.	Penelitian dan pengembangan yang menunjang pemanfaatan.<br />
    2.	Ilmu pengetahuan.<br />
    3.	Pendidikan.<br />
    4.	Kegiatan penunjang budidaya.<br />
<br />
b) Pemanfaatan zona pemanfaatan :<br />
    1.	Pariwisata alam dan rekreasi.<br />
    2.	Penelitian dan pengembangan yang menunjang pemanfaatan.<br />
    3.	Pendidikan dan atau<br />
    4.	Kegiatan penunjang budidaya.<br />
<br />
c)	Pemanfaatan zona rimba :<br />
    1.	Penelitian dan pengembangan yang menunjang pemanfaatan.<br />
    2.	Ilmu pengetahuan.<br />
    3.	Pendidikan.<br />
    4.	Kegiatan penunjang budidaya.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">F.	Suaka Marga Satwa</span><br />
	Kawasan suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.<br />
	Adapun kriteria untuk penunjukkan dan penetapan sebagai kawasan suaka margasatwa :<br />
     1.	Merupakan tempat hidup dan perkembangbiakan dari jenis satwa yang perlu dilakukan upaya konservasinya.<br />
     2.	Merupakan habitat dari suatu jenis satwa langka dan dikhawatirkan akan punah.<br />
     3.	Memiliki keanekaragaman dan populasi satwa yang tinggi.<br />
     4.	Merupakan tempat dan kehidupan bagi jenis satwa migran tertentu.<br />
     5.	Mempunyai luasan yang cukup sebagai habitat jenis satwa yang bersangkutan.<br />
	Pemerintah bertugas mengelola kawasan suaka margasatwa. Suatu kawasan suaka margasatwa dikelola berdasarkan satu rencana pengelolaan yang disusun berdasarkan kajian aspek-aspek ekologi, teknis, ekonomis dan sosial budaya.<br />
	Rencana pengelolaan suaka margasatwa sekurang-kurangnya memuat tujuan pengelolaan, dan garis besar kegiatan yang menunjang upaya perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan kawasan.<br />
<br />
        Upaya pengawetan kawasan suaka margasatwa dilaksanakan dalam bentuk kegiatan :<br />
     1.	Perlindungan dan pengamanan kawasan.<br />
     2.	Inventarisasi potensi kawasan.<br />
     3.	Penelitian dan pengembangan yang menunjang pengawetan.<br />
     4.	Pembinaan habitat dan populasi satwa.<br />
<br />
Pembinaan habitat dan populasi satwa, meliputi kegiatan :<br />
     1.	Pembinaan padang rumput.<br />
     2.	Pembuatan fasilitas air minum dan atau tempat berkubang dan mandi satwa.<br />
     3.	Penanaman dan pemeliharaan pohon-pohon pelindung dan pohon-pohon sumber makanan satwa.<br />
     4.	Penjarangan populasi satwa.<br />
     5.	Penambahan tumbuhan atau satwa asli.<br />
     6.	Pemberantasan jenis tumbuhan dan satwa pengganggu. <br />
	Beberapa kegiatan yang dilarang karena dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan suaka margasatwa alam adalah <br />
     1.	Melakukan perburuan terhadap satwa yang berada di dalam kawasan.<br />
     2.	Memasukan jenis-jenis tumbuhan dan satwa bukan asli ke dalam kawasan.<br />
     3.	Memotong, merusak, mengambil, menebang, dan memusnahkan tumbuhan dan satwa dalam dan dari kawasan.<br />
     4.	Menggali atau membuat lubang pada tanah yang mengganggu kehidupan tumbuhan dan satwa dalam kawasan.<br />
     5.	Mengubah bentang alam kawasan yang mengusik atau mengganggu kehidupan tumbuhan dan satwa.<br />
<br />
	Larangan juga berlaku terhadap kegiatan yang dianggap sebagai tindakan permulaan yang berkibat pada perubahan keutuhan kawasan, seperti :<br />
     1.	Memotong, memindahkan, merusak atau menghilangkan tanda batas kawasan.<br />
     2.	Membawa alat yang lazim digunakan untuk mengambil, mengangkut, menebang, membelah, merusak, berburu, memusnahkan satwa dan tumbuhan ke dan dari dalam kawasan.<br />
<br />
	Sesuai dengan fungsinya, cagar alam dapat dimanfaatkan untuk<br />
     1.	Penelitian dan pengembangan. <br />
     2.	Ilmu pengetahuan.<br />
     3.	Pendidikan. <br />
     4.	Wisata alam terbatas.<br />
     5.	Kegiatan penunjang budidaya.<br />
 <br />
Kegiatan penelitian di atas, meliputi<br />
    1.	Penelitian dasar.<br />
    2.	Penelitian untuk menunjang pemanfaatan dan budidaya.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">G.	Taman Wisata Alam</span><br />
	Kawasan taman wisata alam adalah kawasan pelestarian alam dengan tujuan utama untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pariwisata dan rekreasi alam. <br />
	Adapun kriteria untuk penunjukkan dan penetapan sebagai kawasan taman wisata alam :<br />
1.	Mempunyai daya tarik alam berupa tumbuhan, satwa atau ekosistem gejala alam serta formasi geologi yang menarik.<br />
2.	Mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelestarian fungsi potensi dan daya atarik untuk dimanfaatkan bagi pariwisata dan rekreasi alam.<br />
3.	Kondisi lingkungan di sekitarnya mendukung upaya pengembangan pariwisata alam.<br />
	Kawasan taman wisata alam dikelola oleh pemerintah dan dikelola dengan upaya pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya. Suatu kawasan taman wisata alam dikelola berdasarkan satu rencana pengelolaan yang disusun berdasarkan kajian aspek-aspek ekologi, teknis, ekonomis dan sosial budaya.<br />
	Rencana pengelolaan taman wisata alam sekurang-kurangnya memuat tujuan pengelolaan, dan garis besar kegiatan yang menunjang upaya perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan kawasan.<br />
	Upaya pengawetan kawasan taman wisata alam dilaksanakan dalam bentuk kegiatan :<br />
       1.	Perlindungan dan pengamanan.<br />
       2.	Inventarisasi potensi kawasan.<br />
       3.	Penelitian dan pengembangan yang menunjang pelestarian potensi.<br />
      4.	Pembinaan habitat dan populasi satwa.<br />
<br />
Pembinaan habitat dan populasi satwa, meliputi kegiatan :<br />
     1.	Pembinaan padang rumput.<br />
     2.	Pembuatan fasilitas air minum atau tempat berkubang dan mandi satwa. <br />
     3.	Penanaman dan pemeliharaan pohon-pohon pelindung dan  <br />
     4.	Penjarangan populasi satwa.<br />
     5.	Penambahan tumbuhan atau satwa asli. <br />
     6.	Pemberantasan jenis tumbuhan dan satwa pengganggu.<br />
<br />
	Beberapa kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan taman wisata alam adalah <br />
     1.	Berburu, menebang pohon, mengangkut kayu dan satwa atau bagian-bagiannya di dalam dan ke luar kawasan, serta memusnahkan sumberdaya alam di dalam kawasan.<br />
     2.	Melakukan kegiatan usaha yang menimbulkan pencemaran kawasan.<br />
     3.	Melakukan kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan rencana pengelolaan dan atau rencana pengusahaan yang telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang. <br />
	Sesuai dengan fungsinya, taman wisata alam dapat dimanfaatkan untuk : <br />
     1.	Pariwisata alam dan rekreasi.<br />
     2.	Penelitian dan pengembangan (kegiatan pendidikan dapat berupa karya wisata, widya wisata, dan pemanfaatan hasil-hasil penelitian serta peragaan dokumentasi tentang potensi kawasan wisata alam tersebut). <br />
    3.	Pendidikan. <br />
    4.	Kegiatan penunjang budaya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">Saat ini keberadaan klub Pecinta alam tumbuh subur di bumi pertiwi ini, seperti jamur di musim hujan. Dengan kondisi alam yang begitu mendukung kegiatan tersebut. Sebuah usaha positif dalam menyalurkan kegiatan tersebut. Pecinta Alam bukanlah mereka yang yang telah menggapai atap-atap dunia, bukan mereka yang berhasil melakukan ekspedisi yang berbahaya, bukan pula mereka yang ahli dalam mendaki. Tapi mereka adalah orang-orang yang mau menjaga kebersihan lingkungan dimana mereka berada. Sudah banyak manusia-manusia yang telah menggapai atap-atap dunia, tapi hanya segelintir orang yang benar-benar sebagai pecinta alam.  </div>
<br />
<span style="font-weight: bold;">A.	Konservasi</span><br />
	Konservasi itu sendiri merupakan berasal dari kata Conservation yang terdiri atas kata con (together) dan servare (keep atau save) yang memiliki pengertian mengenai upaya memelihara apa yang kita punya (keep atau save what you have), namun secara bijaksana (wise use). Ide ini dikemukakan oleh Theodore Roosevelt (1902) yang merupakan orang Amerika pertama yang mengemukakan tentang konsep konservasi.<br />
        Sedangkan menurut Rijksen (1981), konservasi merupakan suatu bentuk evolusi kultural dimana pada saat dulu, upaya konservasi lebih buruk daripada saat sekarang. Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi dimana konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumberdaya alam untuk sekarang, sedangkan dari segi ekologi, konservasi merupakan alokasi sumberdaya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang.<br />
<br />
       Apabila merujuk pada pengertiannya, konservasi didefinisikan dalam beberapa batasan, sebagai berikut :<br />
      1.	Konservasi adalah menggunakan sumberdaya alam untuk memenuhi keperluan manusia dalam jumlah yang besar dalam waktu yang lama (American Dictionary).<br />
       2.	Konservasi adalah alokasi sumberdaya alam antar waktu (generasi) yang optimal secara sosial (Randall, 1982).<br />
       3.	Konservasi merupakan manajemen udara, air, tanah, mineral ke organisme hidup termasuk manusia sehingga dapat dicapai kualitas kehidupan manusia yang meningkat termasuk dalam kegiatan manajemen adalah survai, penelitian, administrasi, preservasi, pendidikan, pemanfaatan dan latihan (IUCN, 1968).<br />
        4.	Konservasi adalah manajemen penggunaan biosfer oleh manusia sehingga dapat memberikan atau memenuhi keuntungan yang besar dan dapat diperbaharui untuk generasi-generasi yang akan datang (WCS, 1980).<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">B.	Restorasi</span><br />
	Restorasi adalah upaya untuk memperbaiki bagian-bagian yang rusak, atau jika memungkinkan, mengganti bagian-bagian yang hilang dari suatu koleksi.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">C.	Cagar Alam</span><br />
	Kawasan cagar alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.<br />
	Adapun Kriteria untuk penunjukkan dan penetapan sebagai kawasan cagar alam :<br />
<br />
         1.	Mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa dan tipe ekosistem.<br />
         2.	Mewakili formasi biota tertentu dan atau unit-unit penyusunnya.<br />
         3.	Mempunyai kondisi alam, baik biota maupun fisiknya yang masih asli dan tidak atau belum diganggu manusia.<br />
         4.	Mempunyai luas yang cukup dan bentuk tertentu agar menunjang pengelolaan yang efektif dan menjamin keberlangsungan proses ekologis secara alami.<br />
         5.	Mempunyai ciri khas potensi dan dapat merupakan contoh ekosistem yang keberadaannya memerlukan upaya konservasi; dan atau mempunyai komunitas tumbuhan dan atau satwa beserta ekosistemnya yang langka atau yang keberadaannya terancam punah.<br />
<br />
         Pemerintah bertugas mengelola kawasan cagar alam. Suatu kawasan cagar alam dikelola berdasarkan satu rencana pengelolaan yang disusun berdasarkan kajian aspek-aspek ekologi, teknis, ekonomis dan sosial budaya.<br />
         Rencana pengelolaan cagar alam sekurang-kurangnya memuat tujuan pengelolaan, dan garis besar kegiatan yang menunjang upaya perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan kawasan. Upaya pengawetan kawasan cagar alam dilaksanakan dalam bentuk kegiatan :<br />
<br />
1.	Perlindungan dan pengamanan kawasan.<br />
2.	Inventarisasi potensi kawasan.<br />
3.	Penelitian dan pengembangan yang menunjang pengawetan.<br />
<br />
<br />
      Beberapa kegiatan yang dilarang karena dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan cagar alam adalah :<br />
     1.	Melakukan perburuan terhadap satwa yang berada di dalam kawasan.<br />
     2.	Memasukan jenis-jenis tumbuhan dan satwa bukan asli ke dalam kawasan.<br />
     3.	Memotong, merusak, mengambil, menebang, dan memusnahkan tumbuhan dan satwa dalam dan dari kawasan.<br />
     4.	Menggali atau membuat lubang pada tanah yang mengganggu kehidupan tumbuhan dan satwa dalam kawasan.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">D.	Taman Nasional</span><br />
	Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi alam.<br />
<br />
Kriteria Penetapan Kawasan Taman Nasional (TN) adalah sebagai berikut :<br />
      1.	Kawasan yang ditetapkan mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelangsungan proses ekologis secara alami.<br />
      2.	Memiliki sumber daya alam yang khas dan unik baik berupa jenis tumbuhan maupun satwa dan ekosistemnya serta gejala alam yang masih utuh dan alami.<br />
      3.	Memiliki satu atau beberapa ekosistem yang masih utuh sebagai pariwisata alam.<br />
      4.	Memiliki keadaan alam yang asli dan alami untuk dikembangkan.<br />
      5.	Merupakan kawasan yang dapat dibagi kedalam Zona Inti, Zona Pemanfaatan, Zona Rimba dan Zona lain yang karena pertimbangan kepentingan rehabilitasi kawasan, ketergantungan penduduk sekitar kawasan, dan dalam rangka mendukung upaya pelestarian sumber daya alam hayati dan kosistemnya, dapat ditetapkan sebagai zona tersendiri.<br />
<br />
E.	Manfaat Taman Nasional<br />
Pengelolaan taman nasional dapat memberikan manfaat antara lain:<br />
      1.	Ekonomi<br />
Dapat dikembangkan sebagai kawasan yang mempunyai nilai ekonomis, sebagai contoh potensi terumbu karang merupakan sumber yang memiliki produktivitas dan keanekaragaman yang tinggi sehingga membantu meningkatkan pendapatan bagi nelayan, penduduk pesisir bahkan devisa negara.<br />
      2.	Ekologi<br />
Dapat menjaga keseimbangan kehidupan baik biotik maupun abiotik di daratan maupun perairan.<br />
      3.	Estetika<br />
Memiliki keindahan sebagai obyek wisata alam yang dikembangkan sebagai usaha pariwisata alam atau bahari.<br />
      4.	Pendidikan dan Penelitian<br />
Merupakan obyek dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan penelitian.<br />
      5.	Jaminan Masa Depan<br />
Keanekaragaman sumber daya alam kawasan konservasi baik di darat maupun di perairan memiliki jaminan untuk dimanfaatkan secara batasan bagi kehidupan yang lebih baik untuk generasi kini dan yang akan datang.<br />
 <br />
       pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya. Suatu kawasan taman nasionali kelola berdasarkan satu rencana pengelolaan yang disusun berdasarkan kajian aspek-aspek ekologi, teknis, ekonomis dan sosial budaya.<br />
	Rencana pengelolaan taman nasional sekurang-kurangnya memuat tujuan pengelolaan, dan garis besar kegiatan yang menunjang upaya perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan kawasan.<br />
<br />
	Pengelolaan Taman nasional didasarkan atas sistem zonasi yang dapat dibagi atas :<br />
     1.	Zona inti.<br />
     2.	Zona pemanfaatan.<br />
     3.	Zona rimba dan atau yang ditetapkan Menteri berdasarkan kebutuhan pelestarian sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya..<br />
a)	Kriteria zona inti, yaitu :<br />
     1.	Mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya.<br />
     2.	Mewakili formasi biota tertentu dan atau unit-unitpenyusunnya.<br />
     3.	Mempunyai kondisi alam, baik biota maupun fisiknya yang masih asli dan atau tidak atau belum diganggu manusia.<br />
     4.	Mempunyai luas yang cukup dan bentuk tertentu agar menunjang pengelolaan yang efektif dan menjamin berlangsungnya proses ekologis secara alami.<br />
     5.	Mempunyai ciri khas potensinya dan dapat merupakan contoh yang keberadaannya memerlukan upaya konservasi.<br />
     6.	Mempunyai komunitas tumbuhan dan atau satwa beserta ekosistemnya yang langka atau yang keberadaannya terancam punah.<br />
<br />
b)	Kriteria zona pemanfaatan, yaitu :<br />
     1.	Mempunyai daya tarik alam berupa tumbuhan, satwa atau berupa formasi ekosistem tertentu serta formasi geologinya yang indah dan unik.<br />
     2.	Mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelestarian potensi dan daya tarik untuk dimanfaatkan bagi pariwisata dan rekreasi alam.<br />
     3.	Kondisi lingkungan di sekitarnya mendukung upaya pengembangan pariwisata alam.<br />
<br />
c)	Kriteria zona rimba, yaitu :<br />
     1.	Kawasan yang ditetapkan mampu mendukung upaya perkembangan dari jenis satwa yang perlu dilakukan upaya konservasi.<br />
     2.	Memiliki keanekaragaman jenis yang mampu menyangga pelestarian zona inti dan zona pemanfaatan.<br />
<br />
Upaya pengawetan kawasan taman nasional dilaksanakan sesuai dengan sistem zonasi pengelolaannya.<br />
	Upaya pengawetan pada zona inti dilaksanakan dalam bentuk kegiatan:<br />
     1.	Perlindungan dan pengamanan.<br />
     2.	Inventarisasi potensi kawasan.<br />
     3.	Penelitian dan pengembangan dalam menunjang pengelolaan.<br />
	Upaya pengawetan pada zona pemanfaatan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan :<br />
     1.	Perlindungan dan pengamanan.<br />
     2.	Inventarisasi potensi kawasan.<br />
     3.	Penelitian dan pengembangan dalam menunjang pariwisata alam.<br />
<br />
	Upaya pengawetan pada zona rimba dilaksanakan dalam bentuk kegiatan:<br />
     1.	Perlindungan dan pengamanan.<br />
     2.	Inventarisasi potensi kawasan.<br />
     3.	Penelitian dan pengembangan dalam menunjang pengelolaan.<br />
     4.	Pembinaan habitat dan populasi satwa.<br />
<br />
	Pembinaan habitat dan populasi satwa, meliputi kegiatan:<br />
     1.	Pembinaan padang rumput.<br />
     2.	Pembuatan fasilitas air minum atau tempat berkubang dan mandi satwa.<br />
     3.	Penanaman dan pemeliharaan pohon-pohon pelindung dan pohon-pohon sumber makanan satwa.<br />
     4.	Penjarangan populasi satwa.<br />
     5.	Penambahan tumbuhan atau satwa asli.<br />
     6.	Pemberantasan jenis tumbuhan dan satwa pengganggu.<br />
<br />
	Beberapa kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan taman nasional adalah:<br />
     1.	Merusak kekhasan potensi sebagai pembentuk ekosistem.<br />
     2.	Merusak keindahan dan gejala alam.<br />
     3.	Mengurangi luas kawasan yang telah ditentukan.<br />
     4.	Melakukan kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan rencana pengelolaan dan atau rencana.<br />
<br />
	Pengusahaan yang telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang. Sesuatu kegiatan yang dapat dianggap sebagai tindakan permulaan melakukan kegiatan yang berakibat terhadap perubahan fungsi kawasan adalah<br />
     1.	Memotong, memindahkan, merusak atau menghilangkan tanda batas kawasan.<br />
     2.	Membawa alat yang lazim digunakan untuk mengambil, menangkap, berburu, menebang, merusak, memusnahkan dan mengangkut sumberdaya alam ke dan dari dalam kawasan.<br />
Taman nasional dapat dimanfaatkan sesuai dengan sistem zonasinya :<br />
a) Pemanfaatan Zona inti :<br />
    1.	Penelitian dan pengembangan yang menunjang pemanfaatan.<br />
    2.	Ilmu pengetahuan.<br />
    3.	Pendidikan.<br />
    4.	Kegiatan penunjang budidaya.<br />
<br />
b) Pemanfaatan zona pemanfaatan :<br />
    1.	Pariwisata alam dan rekreasi.<br />
    2.	Penelitian dan pengembangan yang menunjang pemanfaatan.<br />
    3.	Pendidikan dan atau<br />
    4.	Kegiatan penunjang budidaya.<br />
<br />
c)	Pemanfaatan zona rimba :<br />
    1.	Penelitian dan pengembangan yang menunjang pemanfaatan.<br />
    2.	Ilmu pengetahuan.<br />
    3.	Pendidikan.<br />
    4.	Kegiatan penunjang budidaya.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">F.	Suaka Marga Satwa</span><br />
	Kawasan suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.<br />
	Adapun kriteria untuk penunjukkan dan penetapan sebagai kawasan suaka margasatwa :<br />
     1.	Merupakan tempat hidup dan perkembangbiakan dari jenis satwa yang perlu dilakukan upaya konservasinya.<br />
     2.	Merupakan habitat dari suatu jenis satwa langka dan dikhawatirkan akan punah.<br />
     3.	Memiliki keanekaragaman dan populasi satwa yang tinggi.<br />
     4.	Merupakan tempat dan kehidupan bagi jenis satwa migran tertentu.<br />
     5.	Mempunyai luasan yang cukup sebagai habitat jenis satwa yang bersangkutan.<br />
	Pemerintah bertugas mengelola kawasan suaka margasatwa. Suatu kawasan suaka margasatwa dikelola berdasarkan satu rencana pengelolaan yang disusun berdasarkan kajian aspek-aspek ekologi, teknis, ekonomis dan sosial budaya.<br />
	Rencana pengelolaan suaka margasatwa sekurang-kurangnya memuat tujuan pengelolaan, dan garis besar kegiatan yang menunjang upaya perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan kawasan.<br />
<br />
        Upaya pengawetan kawasan suaka margasatwa dilaksanakan dalam bentuk kegiatan :<br />
     1.	Perlindungan dan pengamanan kawasan.<br />
     2.	Inventarisasi potensi kawasan.<br />
     3.	Penelitian dan pengembangan yang menunjang pengawetan.<br />
     4.	Pembinaan habitat dan populasi satwa.<br />
<br />
Pembinaan habitat dan populasi satwa, meliputi kegiatan :<br />
     1.	Pembinaan padang rumput.<br />
     2.	Pembuatan fasilitas air minum dan atau tempat berkubang dan mandi satwa.<br />
     3.	Penanaman dan pemeliharaan pohon-pohon pelindung dan pohon-pohon sumber makanan satwa.<br />
     4.	Penjarangan populasi satwa.<br />
     5.	Penambahan tumbuhan atau satwa asli.<br />
     6.	Pemberantasan jenis tumbuhan dan satwa pengganggu. <br />
	Beberapa kegiatan yang dilarang karena dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan suaka margasatwa alam adalah <br />
     1.	Melakukan perburuan terhadap satwa yang berada di dalam kawasan.<br />
     2.	Memasukan jenis-jenis tumbuhan dan satwa bukan asli ke dalam kawasan.<br />
     3.	Memotong, merusak, mengambil, menebang, dan memusnahkan tumbuhan dan satwa dalam dan dari kawasan.<br />
     4.	Menggali atau membuat lubang pada tanah yang mengganggu kehidupan tumbuhan dan satwa dalam kawasan.<br />
     5.	Mengubah bentang alam kawasan yang mengusik atau mengganggu kehidupan tumbuhan dan satwa.<br />
<br />
	Larangan juga berlaku terhadap kegiatan yang dianggap sebagai tindakan permulaan yang berkibat pada perubahan keutuhan kawasan, seperti :<br />
     1.	Memotong, memindahkan, merusak atau menghilangkan tanda batas kawasan.<br />
     2.	Membawa alat yang lazim digunakan untuk mengambil, mengangkut, menebang, membelah, merusak, berburu, memusnahkan satwa dan tumbuhan ke dan dari dalam kawasan.<br />
<br />
	Sesuai dengan fungsinya, cagar alam dapat dimanfaatkan untuk<br />
     1.	Penelitian dan pengembangan. <br />
     2.	Ilmu pengetahuan.<br />
     3.	Pendidikan. <br />
     4.	Wisata alam terbatas.<br />
     5.	Kegiatan penunjang budidaya.<br />
 <br />
Kegiatan penelitian di atas, meliputi<br />
    1.	Penelitian dasar.<br />
    2.	Penelitian untuk menunjang pemanfaatan dan budidaya.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">G.	Taman Wisata Alam</span><br />
	Kawasan taman wisata alam adalah kawasan pelestarian alam dengan tujuan utama untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pariwisata dan rekreasi alam. <br />
	Adapun kriteria untuk penunjukkan dan penetapan sebagai kawasan taman wisata alam :<br />
1.	Mempunyai daya tarik alam berupa tumbuhan, satwa atau ekosistem gejala alam serta formasi geologi yang menarik.<br />
2.	Mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelestarian fungsi potensi dan daya atarik untuk dimanfaatkan bagi pariwisata dan rekreasi alam.<br />
3.	Kondisi lingkungan di sekitarnya mendukung upaya pengembangan pariwisata alam.<br />
	Kawasan taman wisata alam dikelola oleh pemerintah dan dikelola dengan upaya pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya. Suatu kawasan taman wisata alam dikelola berdasarkan satu rencana pengelolaan yang disusun berdasarkan kajian aspek-aspek ekologi, teknis, ekonomis dan sosial budaya.<br />
	Rencana pengelolaan taman wisata alam sekurang-kurangnya memuat tujuan pengelolaan, dan garis besar kegiatan yang menunjang upaya perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan kawasan.<br />
	Upaya pengawetan kawasan taman wisata alam dilaksanakan dalam bentuk kegiatan :<br />
       1.	Perlindungan dan pengamanan.<br />
       2.	Inventarisasi potensi kawasan.<br />
       3.	Penelitian dan pengembangan yang menunjang pelestarian potensi.<br />
      4.	Pembinaan habitat dan populasi satwa.<br />
<br />
Pembinaan habitat dan populasi satwa, meliputi kegiatan :<br />
     1.	Pembinaan padang rumput.<br />
     2.	Pembuatan fasilitas air minum atau tempat berkubang dan mandi satwa. <br />
     3.	Penanaman dan pemeliharaan pohon-pohon pelindung dan  <br />
     4.	Penjarangan populasi satwa.<br />
     5.	Penambahan tumbuhan atau satwa asli. <br />
     6.	Pemberantasan jenis tumbuhan dan satwa pengganggu.<br />
<br />
	Beberapa kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan taman wisata alam adalah <br />
     1.	Berburu, menebang pohon, mengangkut kayu dan satwa atau bagian-bagiannya di dalam dan ke luar kawasan, serta memusnahkan sumberdaya alam di dalam kawasan.<br />
     2.	Melakukan kegiatan usaha yang menimbulkan pencemaran kawasan.<br />
     3.	Melakukan kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan rencana pengelolaan dan atau rencana pengusahaan yang telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang. <br />
	Sesuai dengan fungsinya, taman wisata alam dapat dimanfaatkan untuk : <br />
     1.	Pariwisata alam dan rekreasi.<br />
     2.	Penelitian dan pengembangan (kegiatan pendidikan dapat berupa karya wisata, widya wisata, dan pemanfaatan hasil-hasil penelitian serta peragaan dokumentasi tentang potensi kawasan wisata alam tersebut). <br />
    3.	Pendidikan. <br />
    4.	Kegiatan penunjang budaya.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Masa Lalu]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-740.html</link>
			<pubDate>Sat, 28 May 2011 11:34:28 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-740.html</guid>
			<description><![CDATA[Tanpa ku sadari, kenangan akan candamu, tawamu kawan terbayang lagi diingatanku,...Sama seperti waktu dulu, diwaktu saat semua terasa hampa kau hadir dengan senyummu dengan candamu. Di ingatanku, kita berdiri bersama meresapi belaian angin dingin yang berhembus, dan butiran embun yang seakan-akan menghentikan waktu saat itu. kebisuanmu seolah-olah berbicara tentang misteri dan cerita disaat ini. Maafkan aku sobat, aku harus mennggalkan kalian dengan membawa kenangan terindah tentang kehadiran kalian. Waktu terus berjalan sobat, hari terus berganti,...kar'na pada akhirnya semua akan ada ceritanya,...<br />
<br />
<br />
Teruntuk Alm. teman-teman gw,...<br />
Ray Wattimena<br />
Niko<br />
Yogi<br />
Anwar...<br />
<br />
R....e......s.....t I.......n P......e.....a......c.....e brother]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Tanpa ku sadari, kenangan akan candamu, tawamu kawan terbayang lagi diingatanku,...Sama seperti waktu dulu, diwaktu saat semua terasa hampa kau hadir dengan senyummu dengan candamu. Di ingatanku, kita berdiri bersama meresapi belaian angin dingin yang berhembus, dan butiran embun yang seakan-akan menghentikan waktu saat itu. kebisuanmu seolah-olah berbicara tentang misteri dan cerita disaat ini. Maafkan aku sobat, aku harus mennggalkan kalian dengan membawa kenangan terindah tentang kehadiran kalian. Waktu terus berjalan sobat, hari terus berganti,...kar'na pada akhirnya semua akan ada ceritanya,...<br />
<br />
<br />
Teruntuk Alm. teman-teman gw,...<br />
Ray Wattimena<br />
Niko<br />
Yogi<br />
Anwar...<br />
<br />
R....e......s.....t I.......n P......e.....a......c.....e brother]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[membuka mata dan tidak melihat apa-apa]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-739.html</link>
			<pubDate>Sat, 28 May 2011 11:23:44 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-739.html</guid>
			<description><![CDATA[Dibalik pintu itu ada ruang tinggi dan lenggang.<br />
dan dibaliknya ada ruang<br />
tinggi dan lenggang<br />
yang bercerita tentang sayap-sayap yang lumpuh.<br />
<br />
Lalu kau akan berkata pada suatu gambar yang bisu itu,<br />
"Aku dan dia punya sebuah rahasia."<br />
<br />
Sungguh, aku pernah berada di sini.<br />
Dengan lentera kristal yang<br />
memantulkan sakit dan senyap.<br />
dan tubuhku - kadang ada, kadang tidak.<br />
<br />
Tapi aku pernah berada di sini.<br />
Telah kudengar langkah-langkah itu diatas marmer putih,<br />
sangat putih,<br />
jauh setelah malam berakhir.<br />
<br />
Maka berbaliklah. Dan berbicaralah.<br />
Tentang pelukan di satu pagi dan<br />
kepergian yang manis.<br />
<br />
karena,<br />
jika pintu itu terbuka lagi,<br />
takkan ada seorang pun di sana.<br />
Cuma dingin yang menyusup ke kuku.<br />
Dan seorang yang asing<br />
yang menjaga pigura-pigura kosong tanpa kanvas.<br />
Dan sebuah peti yang terbujur.<br />
<br />
Milikku]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Dibalik pintu itu ada ruang tinggi dan lenggang.<br />
dan dibaliknya ada ruang<br />
tinggi dan lenggang<br />
yang bercerita tentang sayap-sayap yang lumpuh.<br />
<br />
Lalu kau akan berkata pada suatu gambar yang bisu itu,<br />
"Aku dan dia punya sebuah rahasia."<br />
<br />
Sungguh, aku pernah berada di sini.<br />
Dengan lentera kristal yang<br />
memantulkan sakit dan senyap.<br />
dan tubuhku - kadang ada, kadang tidak.<br />
<br />
Tapi aku pernah berada di sini.<br />
Telah kudengar langkah-langkah itu diatas marmer putih,<br />
sangat putih,<br />
jauh setelah malam berakhir.<br />
<br />
Maka berbaliklah. Dan berbicaralah.<br />
Tentang pelukan di satu pagi dan<br />
kepergian yang manis.<br />
<br />
karena,<br />
jika pintu itu terbuka lagi,<br />
takkan ada seorang pun di sana.<br />
Cuma dingin yang menyusup ke kuku.<br />
Dan seorang yang asing<br />
yang menjaga pigura-pigura kosong tanpa kanvas.<br />
Dan sebuah peti yang terbujur.<br />
<br />
Milikku]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Harapan dalam Lingkaran Waktu]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-738.html</link>
			<pubDate>Sat, 28 May 2011 11:22:08 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-738.html</guid>
			<description><![CDATA[Semua yang kukatakan adalah kebohongan, tapi<br />
hanya tuhan yang dapat mengadili kita.<br />
<br />
Maka, terbanglah burung-burung kecil,<br />
dengan kaki telanjang dan ikal terburai.<br />
tepian gaun itu telah menggapai lantai,<br />
ketika sinar abai memanjangkan bayang.<br />
<br />
Ada nama-nama yang lahir dari seorang ibu yang cemas,<br />
seperti doa yang ditelan gema lorong-lorong batu<br />
Seseorang mungkin telah mengikuti kita dalam gelap<br />
untuk mencuri harap<br />
<br />
Bergegaslah, jangan terlambat<br />
malaikat kecil<br />
Sebelum malam memberat<br />
dan mimpi jadi padat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Semua yang kukatakan adalah kebohongan, tapi<br />
hanya tuhan yang dapat mengadili kita.<br />
<br />
Maka, terbanglah burung-burung kecil,<br />
dengan kaki telanjang dan ikal terburai.<br />
tepian gaun itu telah menggapai lantai,<br />
ketika sinar abai memanjangkan bayang.<br />
<br />
Ada nama-nama yang lahir dari seorang ibu yang cemas,<br />
seperti doa yang ditelan gema lorong-lorong batu<br />
Seseorang mungkin telah mengikuti kita dalam gelap<br />
untuk mencuri harap<br />
<br />
Bergegaslah, jangan terlambat<br />
malaikat kecil<br />
Sebelum malam memberat<br />
dan mimpi jadi padat.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Terlupakan]]></title>
			<link>http://himpala.com/forums/thread-737.html</link>
			<pubDate>Sat, 28 May 2011 11:18:18 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://himpala.com/forums/thread-737.html</guid>
			<description><![CDATA[Kita takkan pernah tahu.<br />
Segala sesuatu<br />
di balik panggung<br />
<br />
Ruang ini hanyalah ilusi dari apa yang pernah lewat,<br />
lembar-lembar buku sketsa kosong yang menyusun cerita<br />
dan mendistorsi waktu.<br />
<br />
Mari berhenti sejenak, tuan.<br />
Untuk keindahan yang terukir<br />
di biru keramik<br />
dan tatah emas di selusin Cina.<br />
Istana musim salju ini tahu<br />
yang terbaik.<br />
<br />
Tapi santap malam belum mulai<br />
dan kita harus menanti<br />
lagi-lagi<br />
di satu sudut gelap<br />
dengan lukisan<br />
surga<br />
bintang-bintang<br />
dan daun-daun kering.<br />
<br />
Apakah kau dengar suaranya?<br />
<br />
Tentu, tak perlu risau.<br />
Tak ada yang tertinggal<br />
Setiap orang akan bisa<br />
bercerita tentang masa depan<br />
Tapi gagal mengingat<br />
yang telah lewat.<br />
<br />
"Bolehkah aku bermimpi sebentar? "]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Kita takkan pernah tahu.<br />
Segala sesuatu<br />
di balik panggung<br />
<br />
Ruang ini hanyalah ilusi dari apa yang pernah lewat,<br />
lembar-lembar buku sketsa kosong yang menyusun cerita<br />
dan mendistorsi waktu.<br />
<br />
Mari berhenti sejenak, tuan.<br />
Untuk keindahan yang terukir<br />
di biru keramik<br />
dan tatah emas di selusin Cina.<br />
Istana musim salju ini tahu<br />
yang terbaik.<br />
<br />
Tapi santap malam belum mulai<br />
dan kita harus menanti<br />
lagi-lagi<br />
di satu sudut gelap<br />
dengan lukisan<br />
surga<br />
bintang-bintang<br />
dan daun-daun kering.<br />
<br />
Apakah kau dengar suaranya?<br />
<br />
Tentu, tak perlu risau.<br />
Tak ada yang tertinggal<br />
Setiap orang akan bisa<br />
bercerita tentang masa depan<br />
Tapi gagal mengingat<br />
yang telah lewat.<br />
<br />
"Bolehkah aku bermimpi sebentar? "]]></content:encoded>
		</item>
	</channel>
</rss>
